Dari Sungai Penuh ke BNPB, Ikhtiar Memperkuat Kota Hadapi Bencana

  • 08 Sep 2026 13:25 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bencana tidak pernah datang dengan mengetuk pintu. Ketika hujan deras mengguyur, ketika air mulai meninggi, atau ketika infrastruktur tak lagi mampu menahan derasnya perubahan alam, masyarakat menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.

Bagi Kota Sungai Penuh, upaya menghadapi risiko bencana bukan sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak. Lebih dari itu, ada harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, memperkuat kesiapsiagaan, dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik ketika bencana terjadi.

Harapan itu dibawa langsung Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., saat menyambangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB RI di Jakarta, Kamis, 3 September 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Alfin membawa sejumlah usulan dukungan rehabilitasi infrastruktur dan penanganan bencana bagi Kota Sungai Penuh.

Usulan itu disampaikan kepada Direktur R.R Infrastruktur BNPB, Dr. Ir. Afrizal Posya, M.A., M.Si.

Bagi pemerintah daerah, dukungan BNPB menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat.

Alfin berharap, usulan tersebut mendapat dukungan sehingga pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur di Kota Sungai Penuh dapat berjalan lebih cepat.

“Kami berharap usulan rehabilitasi infrastruktur dan penanganan bencana ini dapat mendapat dukungan BNPB. Ini penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesiapsiagaan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Alfin.

Di balik usulan tersebut, ada pesan sederhana namun penting: pembangunan bukan hanya tentang membangun sesuatu yang baru, tetapi juga tentang memastikan masyarakat merasa aman ketika menghadapi ancaman bencana.

Terlebih, wilayah perkotaan tidak pernah benar-benar lepas dari berbagai potensi bencana. Karena itu, kesiapsiagaan dan infrastruktur yang memadai menjadi bagian dari perlindungan terhadap masyarakat.

Dalam pertemuan itu, BNPB juga mengingatkan Pemerintah Kota Sungai Penuh agar pengajuan dukungan dilakukan secara rutin setiap tahun.

Catatan BNPB, Kota Sungai Penuh terakhir kali mengajukan usulan pada 2019.

Kini, setelah beberapa tahun berlalu, pemerintah daerah kembali mengetuk pintu BNPB.

Bukan sekadar membawa dokumen dan daftar kebutuhan, tetapi membawa harapan masyarakat agar berbagai persoalan infrastruktur dan penanganan bencana dapat ditangani secara lebih optimal.

BNPB menyatakan, usulan tersebut akan diupayakan untuk dipenuhi sepanjang pemerintah daerah melengkapi seluruh persyaratan dan ketentuan yang diperlukan.

Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar panjang Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk membangun kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga lebih tangguh menghadapi bencana.

Sebab pada akhirnya, setiap infrastruktur yang diperbaiki bukan hanya soal beton, jalan, atau bangunan.

Di sana ada aktivitas warga yang harus tetap berjalan, ada keluarga yang ingin merasa aman, dan ada kehidupan masyarakat yang harus terus dilindungi.

Dari Jakarta, ikhtiar itu dimulai kembali.Membawa satu harapan: agar Sungai Penuh semakin siap menghadapi bencana, dan masyarakatnya semakin terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....