Tips Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar dan Sehat

  • 27 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah banyak. Namun, penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat daging cepat rusak dan berisiko bagi kesehatan. Berikut beberapa tips menyimpan daging kurban agar tetap segar, higienis, dan aman dikonsumsi.

Pertama, daging kurban sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum disimpan. Air dapat memicu pertumbuhan bakteri sehingga mempercepat pembusukan. Daging cukup dibersihkan saat akan dimasak.

Selanjutnya, pisahkan daging sesuai porsi sekali masak. Cara ini memudahkan penggunaan dan menghindari proses keluar-masuk freezer berulang kali yang dapat menurunkan kualitas daging.

Gunakan wadah tertutup rapat atau plastik khusus makanan agar daging tetap higienis dan tidak terkontaminasi bahan makanan lain di dalam kulkas.

Untuk penyimpanan jangka pendek, daging dapat disimpan di chiller dengan suhu 0 hingga 4 derajat Celsius dan bertahan sekitar 1–3 hari. Sementara untuk penyimpanan lebih lama, simpan di freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius.

Selain itu, hindari langsung memasukkan daging yang masih panas ke dalam kulkas. Diamkan terlebih dahulu beberapa saat di suhu ruang, namun jangan lebih dari dua jam agar bakteri tidak berkembang.

Masyarakat juga disarankan memberi label tanggal penyimpanan pada kemasan daging guna memudahkan pengaturan penggunaan.

Sementara itu, daging yang sudah dicairkan sebaiknya segera dimasak dan tidak dibekukan kembali karena dapat menurunkan kualitas serta meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Jeroan pun perlu dipisahkan dari daging karena lebih cepat rusak dan sebaiknya segera diolah setelah diterima.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga tetap sehat dan aman dikonsumsi keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....