Relokasi Pasar Bajure, Mencari Titik Temu Bersama

  • 03 Apr 2026 18:53 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Pagi di Pasar Tanjung Bajure perlahan berubah. Jalan yang sebelumnya dipadati lapak pedagang kini mulai tampak lebih lega. Trotoar yang dahulu sulit dilalui, kini kembali bisa digunakan pejalan kaki. Penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh menghadirkan wajah baru—lebih rapi, namun juga menyisakan beragam cerita dari para pelaku pasar.

Bagi sebagian pedagang, relokasi ini bukan hal mudah. Ada kekhawatiran kehilangan pelanggan, penurunan pendapatan, hingga rasa tidak nyaman beradaptasi dengan tempat baru. Pasar, bagi mereka, bukan sekadar tempat berdagang, tetapi ruang hidup yang telah dijalani bertahun-tahun.

“Pembeli kami sudah tahu lokasi lama,” ungkap salah seorang pedagang. “Kalau pindah, kami harus mulai lagi dari awal.”

Namun di sisi lain, banyak masyarakat mengakui bahwa kondisi pasar sebelumnya memang sudah jauh dari kata nyaman. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki, berubah fungsi menjadi lapak. Badan jalan yang semestinya untuk kendaraan, seringkali tersendat karena aktivitas jual beli.

Kini, dengan penataan dan relokasi, perubahan mulai terasa. Akses jalan menjadi lebih lancar, lingkungan tampak lebih bersih, dan pengunjung bisa berbelanja dengan lebih nyaman.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan, penertiban ini bukan untuk menyulitkan, melainkan untuk menciptakan keteraturan bersama. Relokasi dilakukan sebagai langkah menata kembali fungsi ruang publik agar sesuai peruntukannya.

Pendekatan yang dilakukan pun diharapkan tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan dialog dan pemahaman. Sebab di balik setiap lapak, ada kehidupan yang bergantung di dalamnya.

Relokasi Pasar Tanjung Bajure pada akhirnya bukan sekadar soal memindahkan tempat berdagang, tetapi tentang membangun kesadaran bersama—bahwa pasar yang tertib dan nyaman adalah kebutuhan semua pihak.

Dengan saling memahami, baik pedagang, pemerintah, maupun masyarakat, Kota Sungai Penuh memiliki peluang besar untuk menghadirkan pasar yang tidak hanya hidup secara ekonomi, tetapi juga tertata dengan baik.

Perubahan memang tidak selalu mudah. Namun dengan dukungan bersama, Pasar Tanjung Bajure diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih manusiawi—ramah bagi pedagang, nyaman bagi pembeli, dan tertib bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....