Keracunan Nikotin, Ini yang Perlu Diketahui

  • 23 Jan 2026 19:00 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO ID, Sungai Penuh - Nikotin merupakan zat kimia beracun yang secara alami terdapat pada tanaman tembakau. Saat ini, nikotin juga banyak ditemukan pada rokok elektrik, cairan isi ulang vape, permen nikotin, plester nikotin, dan produk sejenis lainnya. Jika kadarnya terlalu tinggi, keracunan nikotin bisa terjadi dan mengganggu kerja saraf, jantung, dan pernapasan. Keracunan nikotin pada dasarnya terjadi ketika jumlah nikotin yang masuk ke tubuh melebihi kemampuan tubuh untuk mengolah dan membuangnya dengan aman. Kondisi ini bisa terjadi ketika terkena paparan besar dalam waktu singkat, atau bersifat bertahap karena paparan yang berulang.

Keracunan nikotin tidak hanya dialami oleh perokok aktif, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak, remaja, dan anggota keluarga yang berisiko terpapar nikotin secara tidak sengaja. Nikotin bisa masuk ke tubuh melalui hirupan, tertelan, atau terserap lewat kulit.

Keracunan Nikotin dan Gejalanya

Gejala keracunan nikotin bisa berbeda-beda, tergantung pada jumlah nikotin dan cara masuknya ke tubuh. Namun, ada beberapa keluhan yang cukup sering muncul dan sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:

  • Mual dan muntah, terutama pada anak yang tidak sengaja menelan produk nikotin
  • Nyeri perut, diare, atau kram perut yang muncul tiba-tiba
  • Pusing dan sakit kepala, bisa terasa ringan hingga berat
  • Keringat dingin dan jantung berdebar, tubuh terasa tidak nyaman
  • Tremor atau kelemahan otot, tangan atau kaki terasa gemetar
  • Napas cepat atau terasa sesak, terutama pada kondisi yang lebih berat
  • Linglung, penurunan kesadaran, atau kejang pada paparan nikotin yang tinggi

Pada kasus yang sangat berat, keracunan nikotin dapat memicu gangguan irama jantung, gangguan napas serius, hingga kegagalan organ.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab keracunan nikotin:

  • Merokok atau vaping berlebihan dalam waktu singkat
  • Menelan produk nikotin, seperti cairan vape atau permen nikotin
  • Paparan nikotin melalui kulit, misalnya dari cairan konsentrat atau plester
  • Tumpahan cairan nikotin saat mengisi ulang vape

Selain itu, ada pula kelompok yang lebih rentan mengalami keracunan nikotin, seperti anak-anak, remaja yang baru mencoba produk nikotin, orang dengan gangguan fungsi hati atau ginjal, serta individu yang sensitif terhadap nikotin. Paparan keracunan nikotin yang berulang atau berlangsung lama tidak hanya menimbulkan keluhan sesaat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, masalah konsentrasi dan fungsi saraf, gangguan pernapasan, serta memperkuat kecanduan nikotin, terutama bila terjadi sejak usia muda.

Keracunan Nikotin dan Langkah Penanganannya

Jika Anda menduga seseorang mengalami keracunan nikotin, langkah awal yang cepat dan tepat sangat membantu mencegah kondisi bertambah berat. Beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan antara lain:

  • Segera jauhkan dari sumber nikotin, baik rokok, vape, cairan nikotin, maupun produk sejenis lainnya.
  • Bersihkan area kulit yang terkena nikotin dengan air mengalir dan sabun, terutama bila terpapar cairan nikotin.
  • Jangan memaksakan muntah, kecuali jika dianjurkan langsung oleh tenaga medis, karena hal ini justru bisa memperparah kondisi.
  • Pantau napas, denyut jantung, dan kesadaran, terutama bila muncul keluhan pusing berat, muntah terus-menerus, atau sesak napas.

Pada kasus yang parah, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tingkat keparahan. Kadar nikotin atau zat turunannya, yaitu kotinin, dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah atau urine bila diperlukan.Penanganan keracunan nikotin di fasilitas kesehatan disesuaikan dengan kondisi dan gejala yang dialami pasien.

Beberapa tindakan medis yang dapat diberikan antara lain:

  1. Pemberian arang aktif, untuk mengurangi penyerapan nikotin di saluran cerna. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit dan tidak dianjurkan dilakukan sendiri di rumah.
  2. Pemberian cairan infus, bila terjadi tekanan darah rendah atau dehidrasi.
  3. Obat untuk mengontrol kejang, jika pasien mengalami kejang akibat paparan nikotin.
  4. Obat untuk menstabilkan denyut jantung, bila terjadi gangguan irama jantung.
  5. Bantuan pernapasan, termasuk penggunaan alat bantu napas, jika terjadi gangguan napas berat.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar kasus keracunan nikotin memiliki prognosis yang baik. Namun, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada anak-anak.

Keracunan nikotin merupakan kondisi serius yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama bila paparan terjadi tanpa disadari. Mengenali gejalanya sejak dini dan memahami langkah pencegahannya sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....