Dendeng Batokok Kerinci, Kuliner Gurih yang Tembus Pasar Mancanegara

  • 28 Agt 2026 10:56 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Dendeng batokok menjadi salah satu makanan favorit khas Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi. Kuliner berbahan dasar daging sapi ini memiliki cita rasa gurih dengan perpaduan bumbu khas yang menggugah selera.

Proses pembuatannya juga menjadi ciri khas tersendiri. Daging sapi diiris tipis, kemudian dipukul atau ditokok menggunakan cobekan hingga teksturnya lebih lembut. Setelah itu, daging dibumbui sebelum diolah hingga menghasilkan dendeng dengan cita rasa yang khas.

Nikmat Disantap dengan Cabe Asam

Dendeng batokok biasanya disajikan bersama sambal pedas segar yang dikenal dengan sebutan cabe asam. Sambal tersebut memiliki perpaduan rasa pedas dan asam yang semakin memperkuat cita rasa dendeng.

Sensasi gurih dari daging berpadu dengan pedas dan segarnya cabe asam. Hidangan ini semakin nikmat ketika disantap bersama nasi panas.

Bagi masyarakat yang tidak terlalu menyukai makanan pedas, dendeng batokok juga dapat dinikmati dengan tambahan kecap manis. Perpaduan rasa manis, asam, asin, dan bumbu khas membuat hidangan ini tetap menggugah selera.

Hal tersebut disampaikan owner Dendeng Batokok, Reflinda Yenti, saat menjadi narasumber dalam acara Mozaik Indonesia di RRI.

Berawal dari Meneruskan Usaha Nenek

Reflinda Yenti merupakan sosok perempuan yang pantang menyerah dalam mengembangkan usaha kuliner. Bisnis dendeng batokok yang telah digelutinya cukup lama berawal dari usaha yang diteruskan dari sang nenek.

Dari usaha tersebut, Yenti tidak hanya mempertahankan warisan kuliner keluarga, tetapi juga mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Kini, dendeng batokok buatannya bahkan telah menjangkau konsumen hingga mancanegara. Untuk memastikan produk tetap dapat dinikmati pelanggan dari berbagai daerah, Yenti menerapkan teknik khusus dalam proses pengolahan, penggunaan bumbu, hingga pengemasan.

Kemasan yang rapi dan proses pengolahan yang tepat membuat dendeng dapat bertahan selama beberapa hari sehingga aman dikirim kepada pelanggan di luar daerah.

Penjualan Online Terus Berkembang

Yenti juga memanfaatkan penjualan secara online untuk memperluas pasar. Strategi tersebut membuat produknya tetap memiliki pelanggan meskipun penjualan dilakukan tanpa toko fisik yang besar.

Menurut Yenti, pelanggan yang sudah mencoba dendeng buatannya cenderung kembali melakukan pembelian.

“Alhamdulillah kita masih bertahan jualan secara online. Setiap yang sudah belanja pasti menjadi langganan tetap,” ujar Yenti.

Bisnis tersebut kini menjadi salah satu sumber pendapatan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Yenti berharap usaha dendeng batokok miliknya terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat.

Ia juga berkomitmen mempertahankan kualitas produk dan cita rasa khas dendeng batokok agar tetap menjadi makanan yang diminati pelanggan, baik di dalam maupun luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....