Harga Kentang Jatuh, Petani Kayu Aro Mengeluh
- 13 Jan 2026 21:46 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Petani kentang di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, mengeluhkan anjloknya harga jual kentang di tingkat gudang. Saat ini, harga kentang hanya dihargai sekitar Rp4.000 per kilogram, kondisi yang dinilai tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi.
Salah seorang petani, Sabda, mengatakan harga tersebut membuat petani mengalami kerugian. Biaya produksi yang dikeluarkan, mulai dari bibit, pupuk, obat-obatan, hingga upah tenaga kerja, jauh lebih besar dibandingkan hasil yang diterima saat panen.
“Dengan harga segitu, kami jelas rugi. Modal tidak kembali, bahkan bisa tekor. Makanya banyak petani memilih menunda panen sambil menunggu harga naik,” ujar Sabda, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, kentang merupakan komoditas yang membutuhkan biaya perawatan tinggi. Jika dipaksakan panen di tengah harga rendah, petani justru akan semakin terpuruk secara ekonomi.
Kondisi ini tidak hanya dialami oleh Sabda, namun juga dirasakan petani kentang lainnya di wilayah Kayu Aro yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi kentang di Kabupaten Kerinci. Mereka berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk menstabilkan harga dan melindungi petani dari kerugian berlarut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab turunnya harga kentang maupun upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi keluhan petani.