Harga Kopi Robusta Kerinci Anjlok, Petani Terpuruk

  • 09 Agt 2025 21:42 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Harga biji kopi kering jenis robusta asal Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan harga ini dipicu faktor cuaca musim kemarau dan melimpahnya pasokan kopi dari luar daerah, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

Tercatat dalam tiga bulan terakhir, harga biji kopi robusta anjlok hingga 30 persen. Sebelumnya, harga kopi robusta kering berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Kini, harganya merosot tajam menjadi hanya Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga kopi arabika relatif stabil di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Kondisi ini diperparah oleh turunnya harga pasar kopi dunia yang turut menekan harga di tingkat lokal.

Sardoni, salah satu pedagang sekaligus pemilik rumah produksi kopi di Kerinci, mengaku terpukul dengan situasi ini. Ia menyebut, penurunan harga membuat perputaran penjualan kopi menurun drastis.

“Dulu, dalam seminggu saya bisa menjual tiga kali. Sekarang, sejak harga turun, hanya dua kali dalam sebulan,” ungkap Sardoni, Sabtu (9/8/2025).

Sardoni menjelaskan, permintaan terbesar datang dari rumah produksi UMKM kopi bubuk serta kafe, baik di dalam maupun luar daerah. Namun, saat ini pembelian dilakukan sesuai pesanan saja, tanpa stok berlebih.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh memberikan perhatian serius, terutama dalam mencari pasar yang layak bagi kopi lokal.

“Kopi Kerinci ini termasuk salah satu kopi berkualitas terbaik di dunia. Sayang kalau harganya terus tertekan tanpa ada upaya pemasaran yang baik,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....