Bukan Buahnya, Justru Getah Pepaya Punya Nilai Ekonomi Tinggi
- 18 Sep 2026 19:36 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pepaya selama ini dikenal karena buahnya yang banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, tanaman ini juga menyimpan bagian bernilai ekonomi tinggi melalui getahnya. Getah tersebut mengandung enzim papain yang menjadi bahan baku berbagai industri. Karena itu, permintaan papain tetap bertahan di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Papain merupakan enzim alami yang mampu memecah protein secara efektif. Selain itu, berbagai industri sulit menggantikan fungsi enzim tersebut dengan bahan sintetis. Papain juga memiliki beragam kegunaan dalam proses produksi sejumlah produk. Kondisi tersebut membuat getah pepaya menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan.
Dipakai Berbagai Industri
Industri makanan menjadi salah satu sektor yang memanfaatkan getah pepaya. Pelaku usaha menggunakan papain untuk mengempukkan daging dan membantu menjernihkan bir. Selain itu, industri pangan memanfaatkan enzim tersebut dalam sejumlah proses pengolahan makanan. Karena memiliki fungsi khusus, kebutuhan terhadap papain terus meningkat.
Sektor farmasi juga memanfaatkan papain sebagai bahan baku berbagai produk kesehatan. Produsen menggunakannya untuk obat pencernaan serta salep yang membantu penyembuhan luka. Sementara itu, industri kosmetik memasukkan papain dalam sabun mandi, krim wajah, dan produk perawatan kulit. Dengan begitu, getah pepaya mampu menjangkau pasar dari berbagai sektor.
Tidak berhenti di sana, industri tekstil turut membutuhkan enzim papain. Pelaku industri memanfaatkannya untuk membantu proses penyamakan kulit hewan. Mereka juga menggunakan papain untuk melunakkan serat sutra. Oleh sebab itu, satu komoditas dapat memenuhi kebutuhan beberapa sektor industri sekaligus.
Kenapa Getahnya Bernilai Tinggi?
Kandungan papain menjadi faktor utama yang mendorong nilai ekonomi getah pepaya. Enzim alami tersebut mampu memecah protein secara efektif dan sulit tergantikan. Selain itu, tepung papain kering memiliki harga yang relatif stabil di pasar ekspor. Kondisi tersebut menjaga minat berbagai negara terhadap komoditas ini.
Petani juga tidak perlu menebang pohon untuk memperoleh getah pepaya. Mereka cukup menyadap buah pepaya muda dengan mengikuti prosedur yang tepat. Setelah penyadapan, tanaman masih dapat menghasilkan buah. Karena itu, metode tersebut dapat mendukung budidaya pepaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Tahapan Menghasilkan Papain
Produsen menjadikan getah pepaya sebagai bahan baku utama dalam pembuatan papain. Selain itu, mereka menggunakan air sebagai pengencer dalam proses produksi. Produsen juga memakai sulfit sebagai bahan penolong. Kedua bahan tersebut membantu menghasilkan papain sesuai kebutuhan kualitas industri.
Petani biasanya mengambil getah dari buah pepaya berusia sekitar 2,5 hingga 3 bulan. Saat menyadap, petani tetap membiarkan buah menempel pada batang tanaman. Mereka dapat melakukan penyadapan hingga tujuh kali dengan jeda empat hari. Dengan pola tersebut, seluruh proses penyadapan berlangsung sekitar 28 hari.
Waktu penyadapan juga berperan dalam menjaga kualitas getah pepaya. Petani sebaiknya melakukan penyadapan pada pagi hari sebelum matahari terbit. Mereka juga dapat melakukannya pada sore hari sebelum matahari terbenam. Karena itu, teknik dan waktu penyadapan menjadi faktor penting untuk menghasilkan getah berkualitas tinggi.
Dengan kandungan papain dan manfaatnya bagi berbagai sektor, getah pepaya memiliki nilai ekonomi tersendiri. Petani dapat memperoleh getah tanpa menebang tanaman dan tetap memanen buahnya. Selain itu, teknik penyadapan yang tepat membantu menjaga kualitas serta hasil getah. Informasi ini menunjukkan bahwa bagian pepaya yang sering terabaikan juga memiliki manfaat industri yang luas. (el/*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....