Mengenal Empat Sistem Irigasi Pertanian, Mana yang Paling Efisien?
- 18 Sep 2026 19:34 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Irigasi membantu petani menjaga ketersediaan air untuk tanaman, terutama saat curah hujan tidak menentu. Karena itu, petani perlu memilih sistem pengairan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan tanaman. Saat ini, sejumlah sistem irigasi telah digunakan dalam kegiatan pertanian. Sistem tersebut meliputi irigasi pancaran, irigasi tetes, irigasi bawah permukaan, dan irigasi permukaan.
Setiap sistem memiliki mekanisme pengairan yang berbeda dalam menyalurkan air menuju tanaman. Irigasi pancaran menggunakan nozel untuk menyebarkan air seperti hujan. Sementara itu, irigasi tetes menyalurkan air secara perlahan menuju area akar. Adapun irigasi bawah permukaan dan irigasi permukaan memiliki metode pengaliran air yang berbeda.
1. Irigasi Pancaran
Irigasi pancaran atau sprinkler irrigation system menyemprotkan air melalui nozel atau sprayer. Perangkat tersebut terhubung dengan pipa atau tiang yang mengalirkan air menuju area tanaman. Kemudian, air keluar dalam bentuk butiran kecil dan menyebar pada permukaan tanah. Sistem ini cocok untuk berbagai tanaman dan dapat bekerja pada lahan dengan kemiringan tertentu.
Namun, sistem sprinkler membutuhkan tekanan air cukup tinggi agar bekerja secara optimal. Selain itu, angin dapat memengaruhi arah penyebaran air pada area pertanian. Akibatnya, distribusi air dapat menjadi kurang merata pada kondisi tertentu. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum memilih sistem ini.
2. Irigasi Tetes
Irigasi tetes atau drip irrigation system mengalirkan air secara perlahan menuju akar tanaman. Sistem tersebut menggunakan pipa atau selang dengan lubang kecil untuk mengatur aliran air. Dengan cara itu, air hanya membasahi area sekitar akar tanaman. Sistem ini juga cocok untuk tanaman yang membutuhkan kelembapan secara konstan.
Selain menghemat air, irigasi tetes juga dapat mengurangi risiko pertumbuhan gulma. Sebab, sistem tersebut tidak membasahi seluruh permukaan tanah. Meski begitu, petani perlu menyiapkan biaya awal yang cukup tinggi untuk pemasangannya. Selang dan pipa juga dapat mengalami penyumbatan ketika petani menggunakan air berkualitas kurang baik.
3. Irigasi Bawah Permukaan
Irigasi bawah permukaan atau subsurface irrigation system mengalirkan air melalui pipa atau saluran di bawah tanah. Teknik tersebut mengarahkan air langsung menuju area perakaran tanaman. Dengan demikian, sistem ini dapat mengurangi kehilangan air akibat penguapan. Selain itu, distribusi air dapat berlangsung lebih merata dan efisien.
Meski menawarkan sejumlah keunggulan, sistem ini membutuhkan perencanaan yang cermat. Petani juga perlu menyiapkan biaya awal cukup tinggi untuk pemasangannya. Selain itu, teknik tersebut tidak cocok untuk semua kondisi tanah. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan karakteristik lahan sebelum memasang sistem ini.
4. Irigasi Permukaan
Irigasi permukaan atau surface irrigation system memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan air di atas tanah. Petani dapat menerapkannya melalui irigasi banjir maupun furrow atau saluran alur. Sistem tersebut memiliki biaya pemasangan yang relatif rendah. Selain itu, irigasi permukaan cocok untuk lahan datar dengan sistem drainase yang baik.
Namun, sistem ini memiliki efisiensi penggunaan air yang lebih rendah. Sebagian air dapat hilang melalui penguapan dan infiltrasi ke dalam tanah. Sistem tersebut juga kurang sesuai untuk lahan dengan kondisi topografi yang tidak merata. Oleh sebab itu, petani perlu menyesuaikan penerapannya dengan karakteristik lahan.
Pemilihan Irigasi Bergantung Kondisi Lahan
Setiap sistem irigasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan jenis tanaman sebelum menentukan sistem pengairan. Kondisi topografi lahan juga menjadi faktor penting dalam proses pemilihan. Selain itu, ketersediaan sumber daya air turut menentukan sistem yang sesuai.
Pemilihan sistem yang tepat dapat membantu petani meningkatkan produktivitas lahan. Pada saat yang sama, penggunaan air dapat berlangsung lebih hemat dan terarah. Sistem yang sesuai juga dapat mendukung penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, penggunaan irigasi yang tepat turut mendukung upaya pelestarian lingkungan menghadapi tantangan perubahan iklim. rri.co.id (el/*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....