Putra Kerinci Termasuk Marinir Korban Longsor Cisarua
- 26 Jan 2026 21:45 WIB
- Sungaipenuh
RI.CO.ID, Sungai Penuh - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan kabar tertimbunnya sejumlah anggota Marinir TNI Angkatan Laut akibat bencana tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut melibatkan 23 personel Marinir TNI AL yang tertimbun material longsor. Informasi ini sebelumnya ramai beredar di media sosial dan dikonfirmasi langsung oleh KSAL usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.
“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor,” ujar Laksamana Muhammad Ali.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini empat personel Marinir telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 19 personel lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Proses evakuasi menghadapi kendala medan dan cuaca. Akses jalan yang sempit serta kondisi tanah yang labil membuat alat berat belum dapat dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Alat berat memang belum bisa masuk karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Namun pencarian tetap kami lakukan dengan bantuan teknologi, seperti drone, kamera thermal, serta anjing pelacak,” jelasnya.
Kabar duka ini juga disampaikan oleh salah satu anggota keluarga korban melalui media sosial. Akun Facebook bernama Imel Attariq, yang diketahui merupakan kakak kandung dari salah satu korban bernama Genta, mengunggah pesan haru.
“Innalillahiwainnailaihirojiun.
Adikku Genta, kakak ikhlas gen.
Balek lah gen, kakak tunggu di rumah gen.
Mohon doanya teman-teman semua,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi longsor dengan mengutamakan keselamatan personel.
Sumber: Jurnal Militer