Sepuluh Tahun Menunggu, Tembok Penahan Belum Terwujud

  • 20 Okt 2025 15:45 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Harapan warga Desa Koto Baru, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh untuk memiliki tembok penahan tebing di bantaran Sungai Batang Sangkir masih belum terwujud meski sudah diperjuangkan selama satu dekade. Proyek infrastruktur vital tersebut dinilai mendesak karena erosi sungai semakin mengancam pemukiman dan fasilitas umum desa.

Kepala Desa Koto Baru, Jon Afrizal, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan tembok penahan telah disampaikan secara resmi melalui berbagai mekanisme perencanaan, mulai dari Musrenbang Desa hingga Musrenbang tingkat kecamatan, bahkan telah dibahas bersama dinas teknis serta anggota DPRD Dapil 3. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda realisasi.

“Sudah sepuluh tahun kita perjuangkan. Semua dokumen dan usulan lengkap, tapi sampai sekarang belum juga ada realisasi,” tegas Jon, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, kondisi tebing yang terus tergerus arus sungai saat musim hujan kini sudah mendekati permukiman warga dan mengancam keberadaan kantor desa.

“Kalau dibiarkan seperti ini, bukan hanya rumah warga yang bisa amblas, tapi juga kantor desa,” ujarnya.

Pemerintah desa dikabarkan telah melakukan penanganan darurat menggunakan dana desa dengan melakukan penimbunan dan pemasangan bronjong secara terbatas. Namun, upaya tersebut tidak cukup menahan derasnya aliran Sungai Batang Sangkir.

“Kami sudah berbuat sebisanya. Tapi skala kerusakan ini terlalu besar untuk ditangani sendiri. Kami butuh intervensi serius dari pemerintah kota maupun provinsi,” tegasnya.

Keselamatan Warga Terancam

Kekhawatiran tak hanya dirasakan pemerintah desa, namun juga warga setempat. Setiap kali hujan deras turun, kecemasan menyelimuti masyarakat karena arus sungai yang meluap sering menyebabkan longsor kecil di beberapa titik tebing.

“Kami takut setiap malam hujan. Suaranya deras sekali, tanah di belakang rumah mulai retak,” ungkap Siti Aisyah (48), warga setempat.

Jon menyebut, pembangunan tembok penahan tebing bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan warga dan keberlanjutan layanan publik di desa tersebut.

“Keselamatan warga harus jadi prioritas utama. Jangan tunggu bencana dulu baru bergerak,” ujarnya.

Harapan Jadi Prioritas 2026

Warga berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh menjadikan pembangunan tembok penahan Sungai Batang Sangkir sebagai program prioritas pada APBD tahun 2026.

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Jangan sampai perjuangan kami selama sepuluh tahun ini sia-sia,” tutup Siti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....