Sopir Truk Asal Pati Tertipu Muatan Fiktif di Rawang
- 06 Okt 2025 20:45 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Niat mencari nafkah untuk keluarga, malah berujung petaka. Itulah yang dialami Darmanto, sopir truk asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang menjadi korban penipuan bermodus tawaran muatan melalui media sosial Facebook. Kasus ini terjadi di wilayah Rawang, Kota Sungai Penuh, dan membuat Darmanto terjebak dalam situasi pelik antara menjadi korban, namun juga dituduh merugikan orang lain hingga puluhan juta rupiah.
Awalnya, Darmanto menerima tawaran dari seseorang yang mengaku sebagai bos susu asal Lampung. Pelaku menawarkan pekerjaan mengangkut muatan susu dari wilayah Jambi. Komunikasi dilakukan melalui pesan Facebook dan telepon. Sepanjang perjalanan, pelaku terus mengarahkan Darmanto dan memintanya agar tidak memutuskan sambungan telepon hingga tiba di lokasi pemuatan.
Namun sesampainya di Rawang, bukannya muatan yang ditemukan, melainkan kebingungan dan ancaman. Di lokasi itu, muncul seorang pria bernama Amilius, yang mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp42,5 juta kepada orang yang sama penipu yang mengaku bos susu tersebut.
Amilius menuduh Darmanto terlibat dan menuntut ganti rugi sebesar Rp40 juta, bahkan sempat menahan truk milik Darmanto.
“Saya juga ditipu, saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya sopir, ingin kerja, tapi malah dituduh dan diminta ganti rugi,” ujar Darmanto dengan mata berkaca-kaca kepada Warta Satu.
Untuk menghindari keributan, Darmanto akhirnya menitipkan truknya ke Polres Kerinci agar lebih aman sambil menunggu penyelesaian kasus. Hingga kini, lima hari sudah kendaraan tersebut berada di Polres, tanpa ada kejelasan penyelesaian antara kedua pihak.
Dari hasil penelusuran sementara, diketahui Amilius bukan warga Sungai Penuh, melainkan memiliki KTP Sumatra Barat. Fakta ini menimbulkan sejumlah kejanggalan, termasuk cara ia mentransfer uang melalui BRI Link ke rekening BNI menggunakan bantuan orang lain, bukan dari rekening pribadinya.
Lebih janggal lagi, jika Amilius sadar telah menjadi korban, mengapa tidak langsung melapor ke pihak bank untuk memblokir rekening penipu, melainkan menuntut sopir yang sama-sama dirugikan?
Kini, Darmanto hanya bisa berharap keadilan. Ia ingin kasus ini segera diselidiki agar pelaku penipuan yang mempermainkan dua pihak sekaligus bisa terungkap.
“Saya kerja jauh dari keluarga untuk cari makan halal, tapi malah ditipu. Saya mohon keadilan,” ungkapnya lirih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....