Guru Sungai Penuh Tegaskan Pernikahan Sah, Bantah Isu Perselingkuhan
- 17 Sep 2025 16:55 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Riak kabar dugaan perselingkuhan yang menyeret nama seorang guru sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Sungai Penuh akhirnya terjawab. Isu yang sempat mengundang tanda tanya publik beberapa hari terakhir itu ternyata tidak benar adanya.
S dan M, yang sempat dituding menjalin hubungan gelap, menegaskan bahwa hubungan mereka bukanlah perselingkuhan. Keduanya telah menikah secara resmi pada 27 Februari 2025 dengan status masing-masing duda dan janda.
“Kami bukan berselingkuh, kami sudah sah menikah sesuai aturan agama dan negara,” ujar S dan M saat dikonfirmasi, dengan nada tegas namun menenangkan.
Sayangnya, ikatan halal tersebut justru sempat dipelintir menjadi isu tak sedap yang menyudutkan nama baik keduanya. Bahkan, kabar miring mengenai harta gono-gini ikut menyeruak. Namun, S dan M menegaskan hal itu tidak ada kaitannya dengan rumah tangga mereka.
Menurut keduanya, yang sebenarnya dipersoalkan masyarakat hanyalah soal akses jalan tanah. Persoalan itu sejatinya sudah disepakati bersama untuk digunakan umum, bahkan jalannya kini sudah diperkuat sehingga bisa dilalui kendaraan truk.
Untuk meluruskan kabar simpang siur, pasangan ini juga menunjukkan bukti otentik berupa surat perjanjian yang dikeluarkan Pengadilan Agama Sungai Penuh. Dokumen resmi tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak, saksi, serta pihak pengadilan.
Lebih jauh, S mengungkap bahwa tuduhan tak berdasar ini muncul karena faktor pribadi.
“Penyebab dari fitnah ini adalah mantan saya sakit hati karena mengira saya menghalangi orang membeli tanah bagian dia,” jelasnya dengan nada berat hati.
Ia juga menegaskan bahwa isu perselingkuhan tidak pernah terjadi saat dirinya masih berstatus istri dari IR. Bahkan, S membantah keras tuduhan yang lebih jauh menyebut adanya aborsi.
“Tidak benar perselingkuhan itu terjadi ketika saya masih terikat pernikahan dengan IR. Tuduhan aborsi dan lainnya sama sekali tidak benar, itu hanya fitnah,” tegasnya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kabar miring yang berkembang di tengah masyarakat. S dan M berharap publik bisa melihat duduk persoalan sebenarnya tanpa lagi terjebak isu yang tidak berdasar.
“Kami hanya ingin hidup tenang, menjalani rumah tangga dengan baik. Semoga masyarakat bisa memahami dan tidak lagi terpengaruh kabar yang tidak benar,” tutup keduanya penuh harap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....