Rektor IAIN Kerinci Tanggapi Demo Pemotongan KIP

  • 10 Mar 2025 19:34 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, M.Si., menanggapi aksi aspirasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) IAIN Kerinci, Senin (10/3/2025). Jafar menegaskan bahwa keputusan mengenai keberlanjutan program unggulan tersebut sepenuhnya berada di tangan forum mahasiswa KIP-K, sebagai lembaga internal mahasiswa tanpa ada campur tangan institusi kampus.

Aksi yang digelar HMI tersebut menyuarakan evaluasi dan harapan terkait implementasi program unggulan KIP-K IAIN Kerinci yang sudah berjalan sejak tahun 2022 lalu. Menanggapi hal ini, Jafar menjelaskan bahwa mekanisme pengambilan keputusan untuk program strategis kampus telah diatur melalui prosedur otonom Forma KIP-K IAIN Kerinci.

“Kewenangan menentukan nasib program ini sebenarnya ada di tangan mahasiswa KIP-K. Kampus tidak akan intervensi, dan kami siap menghormati hasil keputusan apa pun,” ujar Jafar, Senin (10/3/2025).

Lebih lanjut, Rektor IAIN Kerinci mengapresiasi partisipasi aktif HMI dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, dinamika kritis mahasiswa mencerminkan semangat demokrasi dan transparansi yang sehat dalam lingkungan akademik.

“Ini adalah bentuk kedewasaan berdiskusi. Kampus selalu membuka ruang dialog selama sesuai koridor keilmuan dan etika,” imbuhnya.

Meski demikian, Jafar kembali menekankan bahwa seluruh proses evaluasi program harus mengacu pada mekanisme formal yang telah disepakati. Forma KIP-K IAIN Kerinci, sebagai representasi mahasiswa, diberi mandat penuh untuk melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan kelanjutan atau perubahan kebijakan. Hasil keputusan tersebut nantinya akan menjadi acuan resmi bagi pihak kampus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....