IAIN Kerinci Didemo Mengenai Potongan KIP
- 10 Mar 2025 19:23 WIB
- Sungaipenuh
KBRN , Sungai Penuh: IAIN Kerinci didemo oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (Kerinci – Sungai Penuh), terkait adanya pemotongan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP-K) yang diperuntukan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Aksi damai yang berlangsung sekitar 2 jam senin 10 Maret 2025 menyuarakan agar pemotongan beasiswa KIP-K tidak dilakukan, karena hal tersebut tidak memiliki dasar hukum dan hal tersebut sangat merugikan mahasiswa.
Salah seorang orator Edilan Kurniawan yang juga merupakan ketua Umum HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh pada aksi demo tersebut menyebutkan bahwa hati nurani IAIN Kerinci sudah mati, pihak kampus banyak melakukan intervensi terhadap mahasiswa sehingga menyebabkam mahasiswa bersikap apatis.
“Dimana letak Nurani IAIN Kerinci saat memangkas Beasiswa, mahasiswa bersikap apatis karena pihak kampus banyak melakukan intimidasi. Biaya hidup adalah hak mahasiswa bukan untuk dipangkas, kami mau transparansi dari pihak kampus, kami meminta rektor dan wakil rektor menyelesaikan permasalahan ini,” terangnya dengan tegas.
“Kami heran kenapa pihak kampus malah bangga dengan pemotongan KIP-K, kami berjuang untuk mahasiswa yang tidak mampu, setelah timbulnya masalah ini kok pihak kampus lempar bola, ini kan ide dari para dosen – dosen di IAIN." Ucap salah satu orator demo.
Dalam orasinya di menyampaikan biaya UKT bidik misi sudah dipotong 2.5 juta, kenapa sekarang dipangkas lagi dari KIP-K. Saat telah terjadi seperti ini kenapa kami mahasiswa disuruh untuk berumbuk.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang perwakilan organisasi mahasiswa HMI saat melakukan orasi, dia mempertanyakanbapa dasar hukum anggaran KIPK dipangkas, sisa anggaran 2 milyar dari pemangkasan KIPK sebanyak 2,5 juta per mahasiswa bukanlah suatu prestasi, tapi penindasan terhadap mahasiswa.
"Kenapa dari pemangkasan KIP-P malah dibelikan komputer untuk umat, dan beli peralatan kampus lainnya." Ucapnya.
Rektor IAIN Kerinci Dr Jafar Ahmad ketika menjawab aksi damai dari HMI Kerinci – Sungai Penuh mengatakan bahwa silahkan mahasiwa rembuk bersama, putuskan bersama, jika pihak kampus terlibat bisa, tapi kalau ngin lebih fear makanya langsung ke mahasiswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....