Kenduri Sko Lima Desa Tamiai, Warisan Adat yang Terus Dilestarikan
- 29 Sep 2026 08:58 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Masyarakat lima desa di Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, kembali menggelar tradisi Kenduri Sko sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan adat dan budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Senin 28 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan bola Desa Tamiai ini diselenggarakan oleh Lembaga Adat Depati Muaro Langkap Lima Desa Tamiai setiap lima tahun sekali. Kenduri Sko diisi dengan berbagai prosesi adat, mulai dari arak-arakan benda pusaka, pengantaran depati dan ninik mamak, hingga ritual pembersihan pusaka yang menjadi simbol identitas dan kehormatan adat masyarakat setempat.

Ribuan warga turut hadir menyaksikan rangkaian kegiatan yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya, seperti Tari Rangguk, Tari Selendang, serta Tari Massal Tauf yang dibawakan oleh anak jantan dan anak batino dari Lima Desa Tamiai.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Kenduri Sko juga dirangkaikan dengan pelantikan pemangku adat baru. Prosesi ini menjadi bagian dari kesinambungan kepemimpinan adat dalam menjaga dan menjalankan nilai-nilai, norma, serta aturan adat di tengah masyarakat.
Bupati Kerinci, Monadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pelestarian adat dan budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang terus berlangsung.
Menurutnya, tradisi adat harus tetap dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman serta dapat terus dikenal dan dipahami oleh generasi muda.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Depati Muaro Langkap, Hendrizal, mengatakan Kenduri Sko merupakan bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga identitas budaya sekaligus menghargai sejarah panjang yang membentuk kehidupan masyarakat adat Tamiai.
Ia berharap Kenduri Sko tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga kerukunan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci Murison, Wakapolres Kerinci, Kapolsek Batang Merangin, Dandramil setempat, anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta perwakilan manajemen dan humas PLTA Merangin Hidro.
Melalui Kenduri Sko, masyarakat Lima Desa Tamiai diharapkan terus menjaga warisan leluhur agar nilai-nilai adat tetap hidup dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Kerinci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....