Sike Dibawa ke Masa Depan, Sanggar Seni Melati Libatkan 50 Generasi Muda

  • 21 Sep 2026 16:34 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Kerinci - Sanggar Seni Melati menggelar Pergelaran Karya Kreatif Inovatif pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike”. Pergelaran ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan seni tradisi Sike. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong upaya pelestarian budaya lokal melalui kreativitas generasi penerus.

Sanggar Seni Melati menjalankan kegiatan tersebut melalui program kebudayaan yang mendapat dukungan berbagai pihak. Dukungan itu datang dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana. Karena itu, para pelaku seni mendapat ruang untuk terus berkarya dan melakukan inovasi. Dukungan tersebut juga membantu generasi muda menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.

Pergelaran itu turut menghadirkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dari wilayah Kerinci serta Kota Sungai Penuh. Bupati Kerinci atau yang mewakili hadir bersama Forkopimda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Selain itu, Sekdis Kesbangpol Kabupaten Kerinci dan Camat Air Hangat Timur turut hadir. Para kepala desa dan Ketua BPD dari enam desa Kemantan juga mengikuti kegiatan tersebut.

Lembaga adat, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi Kemantan, seniman, budayawan, maestro, peserta, serta masyarakat ikut memeriahkan pergelaran. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap keberadaan seni tradisi Sike. Di sisi lain, pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi antara pelaku seni dan masyarakat. Dengan begitu, kegiatan budaya tidak hanya berlangsung sebagai pertunjukan semata.

Sekitar 50 peserta dari kalangan generasi muda dan pelaku seni mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Mereka mendapat pendampingan langsung dari Sutriatman yang berperan sebagai Maestro Sike. Sutriatman membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai seni tradisi Sike kepada para peserta. Selain itu, ia membantu peserta memahami nilai serta karakter yang melekat dalam kesenian tersebut.

Mengenalkan Sike kepada Generasi Muda

Sike menjadi salah satu seni tradisi masyarakat Kerinci dengan karakter bunyi dan syair yang khas. Seni tersebut memiliki ciri berupa bunyi serta syair yang melengking tinggi. Karena itu, Sike memiliki karakter tersendiri dalam kekayaan seni tradisi masyarakat Kerinci. Melalui pergelaran ini, masyarakat dapat melihat Sike dalam kemasan karya kreatif dan inovatif.

Generasi muda juga mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan seni tradisi tersebut. Dengan pendekatan itu, pelestarian Sike tidak hanya berfokus pada mempertahankan bentuk lama. Sebaliknya, kegiatan tersebut membuka peluang bagi lahirnya kreativitas baru. Namun, pengembangan itu tetap mengacu pada nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.

Ketua Sanggar Seni Melati, Yosan Pelaudia, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan aktif dari generasi penerus. Ia menyampaikan pandangan tersebut saat kegiatan berlangsung. “Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga apa yang sudah ada, tetapi juga bagaimana generasi muda mau mengenal, mempelajari, mencintai, dan mengembangkan seni tradisi tersebut,” ujarnya.

Pergelaran “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike” kemudian mempertemukan berbagai unsur dalam satu ruang kebudayaan. Generasi muda dapat berinteraksi dengan seniman, maestro, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat. Selain itu, pertemuan tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan tentang seni tradisi Sike. Kegiatan ini juga mendorong generasi muda menciptakan gagasan baru tanpa meninggalkan akar budaya.

Sanggar Seni Melati terus membawa semangat pelestarian melalui keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni. Dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana turut memperkuat langkah tersebut. Karena itu, Sanggar Seni Melati berkomitmen menjaga dan mengembangkan seni tradisi Kerinci. Sanggar tersebut juga ingin memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi masa kini dan generasi mendatang.

Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pelestarian seni tradisi membutuhkan kerja bersama. Generasi muda, seniman, maestro, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat memiliki ruang untuk mengambil peran. Dengan demikian, Sike dapat terus hidup melalui proses belajar, berkarya, dan berinovasi. Sanggar Seni Melati pun terus membuka ruang bagi keberlanjutan seni tradisi Kerinci. (LN/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....