Negeri Tanjung Pauh, Sebingkah Tanah yang Menjaga Warisan Adat Kincai
- 04 Jul 2026 16:20 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Di tengah bentang alam Kerinci, Negeri Tanjung Pauh berdiri sebagai salah satu wilayah adat yang hingga kini tetap menyimpan jejak sejarah dan sistem pemerintahan tradisional yang kuat. Negeri ini bukan sekadar kumpulan permukiman, melainkan sebuah kesatuan adat yang dikenal dengan ungkapan "sebingkah tanah, sekaki payung, semangkuk karang setio", simbol persatuan tiga dusun yang hidup dalam satu ikatan adat.
Tiga dusun tersebut adalah Dusun Koto Tuo, Dusun Dalam atau Tanjung Pauh Mudik, serta Dusun Tanjung Pauh Hilir. Ketiganya berada di bawah naungan pucuk adat yang dipimpin oleh dua depati, yakni Depati Anum dan Depati Tanjung Pauh, dengan Rio Perang sebagai Permenti yang membantu menjalankan roda pemerintahan adat.
Dalam kehidupan masyarakat Tanjung Pauh, kepemimpinan adat tersusun rapi dan diwariskan secara turun-temurun. Setiap dusun memiliki depati, ninik mamak, serta pemangku adat yang menjalankan fungsi masing-masing dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, menjaga hukum adat, hingga memelihara nilai-nilai kebersamaan.
Di Dusun Koto Tuo, pemerintahan adat dipimpin oleh tokoh-tokoh dari kelompok Orangtuo V dan Orangtuo VII. Di antaranya Depati Anum, Depati Didung, Depati Mudo, Depati Jayomudo, Depati Kajo, dan Depati Muko, yang didampingi Mangku Rajo serta Mangku Depati. Pada tingkat lembaga adat yang lebih tinggi, Dusun Koto Tuo diwakili oleh Depati Anum.
Sementara itu, Dusun Dalam dipimpin oleh Depati Cayo Negeri, Depati Simpan Negeri, dan Depati Gedung. Kepemimpinan mereka diperkuat oleh para ninik mamak, yakni Rio Perang, Rio Malim, Rio Indah, Sutan Alam, dan Datuk. Dalam forum adat tingkat negeri, Dusun Dalam diwakili oleh Rio Perang.
Adapun di Tanjung Pauh Hilir, kepemimpinan adat berada di tangan Depati Tanjung Pauh dan Depati Menggalo, yang didampingi Rio Malim serta Rio Jemaun sebagai ninik mamak. Kehadiran para pemangku adat ini menjadi penyangga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Tak hanya kaya akan struktur pemerintahan adat, Negeri Tanjung Pauh juga memiliki wilayah adat yang jelas. Di sebelah mudik berbatasan dengan Sialang Belantak Besi, di sebelah hilir berbatasan dengan Durian Kecil, di sebelah utara berbatasan dengan Lubuk Langkakak, dan di sebelah lembak atau timur berbatasan dengan Lubuk Pelayang Gajah.
Hingga kini, warisan adat Negeri Tanjung Pauh menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kerinci. Struktur kepemimpinan adat yang masih dikenang menunjukkan bahwa nilai musyawarah, persatuan, serta penghormatan terhadap leluhur telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat sejak dahulu. Di tengah arus modernisasi, kisah Negeri Tanjung Pauh menjadi pengingat bahwa adat bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan jati diri yang terus hidup dan dijaga oleh masyarakatnya.
Sumber: Pengetahuan Adat Kincai, K.H. Muhammad Burkan Saleh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....