ANAK-ANAK LUHAH RIO JAYO BAWAKAN TARI RANGGUK MEMUKAU HADIRI MALAM PERGELARAN

  • 30 Jun 2026 11:11 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Penampilan tari tradisional Rangguk oleh anak-anak dari Luhah Rio Jayo menjadi sorotan utama dalam Malam Pergelaran Seni dan Budaya Rio Jayo yang digelar di Dengan 10 personil penari cilik dan seorang ratu tarian muda, para peserta usia sekolah dasar ini berhasil menyihir penonton dengan gerakan yang anggun dan penuh semangat.

Acara yang diikuti oleh ratusan masyarakat dan tamu undangan ini menjadi wadah untuk menunjukkan kekayaan budaya Kerinci yang diwariskan kepada generasi muda. Para anak-anak mengenakan kostum adat berwarna merah muda dan kuning emas, dengan mahkota bunga segar yang menghiasi kepala mereka, membuat penampilan semakin menarik.

Ratu tarian yang berusia 10 tahun, Anisa Rahma, memimpin penampilan dengan percaya diri dan gerakan yang sangat mengesankan. "Kita latihan selama seminggu setiap sore setelah sekolah," ungkap Anisa dengan wajah ceria setelah pertunjukan. "Kita senang bisa menari Rangguk karena ini adalah tarian dari nenek moyang kita."

Para penari kecil menjalankan setiap gerakan Tari Rangguk – mulai dari gerakan menggali tanah, menyiram tanaman, hingga menyambut tamu – dengan keuletan dan keanggunan yang tidak kalah dengan penari dewasa. Irama musik tradisional dari talempong, kendang, dan seruling membuat suasana malam semakin meriah dan penuh kehangatan.

Ketua Panitia Pergelaran Seni, Bapak Sukardi, mengaku sangat terkesan dengan penampilan anak-anak tersebut. "Mereka adalah harapan kita untuk melestarikan budaya Kerinci. Meskipun masih muda, semangat dan kemampuan mereka luar biasa," ujarnya sambil memberikan tepuk tangan untuk para penari.

Hadirin yang datang dari berbagai desa di sekitar Sungai Penuh memberikan sambutan hangat, bahkan beberapa di antaranya menyanyi bersama lagu daerah yang mengiringi tarian. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak muda terhadap kesenian tradisional daerah.

Ninik mamak Luhah Rio Jayo, Bapak Rio Ansyari, SE menambahkan bahwa pihak luhah akan terus mendukung kegiatan seperti ini untuk memastikan warisan budaya Kerinci tetap lestari dan hidup di hati generasi muda. "Anak-anak ini adalah penerus kita – dengan melestarikan tarian tradisional, mereka juga menjaga identitas kita sebagai orang Kerinci," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....