Ajun Arah, Jejak Tradisi dan Restu Leluhur Masyarakat Sungai Penuh

  • 22 Jun 2026 12:40 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh — Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Kota Sungai Penuh masih teguh menjaga warisan budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Salah satu tradisi yang hingga kini tetap dipertahankan adalah prosesi Ajun Arah atau yang dikenal dengan tradisi meminta izin sebelum melaksanakan sebuah kegiatan adat.

Bukan sekadar rangkaian seremonial, Ajun Arah menjadi bagian penting dalam setiap perhelatan adat. Tradisi ini menyimpan makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus simbol permohonan restu kepada para pemimpin adat.

Dalam suasana adat yang penuh khidmat, anak batino atau kaum perempuan dalam adat memiliki peran untuk menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan kepada pemangku adat. Prosesi tersebut menjadi penghubung antara masyarakat dengan nilai-nilai luhur yang telah dijaga secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Sungai Penuh, sebuah acara adat besar diyakini belum sempurna tanpa melalui tahapan Ajun Arah. Restu dari pemimpin adat menjadi simbol bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan telah mendapatkan persetujuan secara adat dan diharapkan berjalan dengan lancar.

Ketua Lembaga Adat Depati Nan Batujuh, Aspar Nasir, menjelaskan bahwa Ajun Arah bukan hanya tradisi, tetapi juga menjadi ruang musyawarah adat dalam mempersiapkan berbagai kegiatan besar, termasuk Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.

Menurutnya, melalui Ajun Arah seluruh unsur masyarakat dapat menyatukan langkah dan memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan adat.

“Ajun Arah ini menjadi forum musyawarah adat untuk memantapkan persiapan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh,” kata Aspar Nasir.

Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh sendiri akan dilaksanakan pada 4 dan 5 Juli 2026 di Gedung Hall Kota Sungai Penuh. Momentum ini menjadi salah satu upaya masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya daerah.

Aspar Nasir juga mengajak seluruh anak jantan dan anak batino di wilayah Enam Luhah Sungai Penuh untuk bersama-sama menyukseskan Kenduri Sko sebagai wujud kecintaan terhadap adat dan budaya.

Di balik prosesi Ajun Arah, tersimpan pesan penting bahwa adat bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman bagi generasi masa kini dan masa depan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan, penghormatan, dan persatuan masih hidup di tengah masyarakat Sungai Penuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....