Kabut Asap Ganggu Kesehatan, Orang Tua Siswa Kerinci Minta Belajar dari Rumah
- 06 Okt 2026 16:40 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kabut asap yang semakin pekat di Kabupaten Kerinci mulai membuat orang tua siswa resah. Mereka khawatir paparan asap mengganggu kesehatan anak saat berangkat, belajar, hingga pulang dari sekolah.
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, sekolah masih menggelar pembelajaran secara tatap muka. Para siswa tetap datang ke sekolah dan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
Kondisi itu mendorong sejumlah orang tua meminta Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan. Mereka mengusulkan pembelajaran jarak jauh sebagai pilihan sementara sampai kondisi udara kembali membaik.
Salah seorang orang tua siswa, Nuri, mengatakan kesehatan anak harus menjadi perhatian utama.
"Kami tentu khawatir melihat asap semakin pekat. Anak-anak tetap harus keluar rumah untuk pergi dan pulang sekolah. Kami berharap pemerintah mempertimbangkan pembelajaran online untuk sementara waktu," kata Nuri, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurut Nuri, belajar dari rumah tidak berarti menghentikan proses pendidikan. Guru tetap dapat memberikan materi dan tugas kepada siswa melalui pembelajaran daring.
"Kami tidak meminta sekolah menghentikan pembelajaran. Anak tetap harus belajar, tetapi bisa dilakukan dari rumah sementara. Yang penting kesehatan siswa dan guru tetap terjaga," ujarnya.
Orang tua juga meminta sekolah membatasi kegiatan siswa di luar ruangan selama kabut asap masih pekat. Mereka berharap pihak sekolah turut memantau kondisi kesehatan siswa dan guru.
Kabut asap juga dapat mengganggu aktivitas para guru yang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, orang tua meminta pemerintah segera mengevaluasi kondisi udara sebelum mempertahankan pembelajaran tatap muka.
Menurut mereka, pembelajaran jarak jauh dapat menjadi langkah sementara untuk menjaga kegiatan pendidikan sekaligus mengurangi paparan asap terhadap siswa dan guru.
Orang tua berharap pemerintah segera memberikan keputusan yang mempertimbangkan kondisi kualitas udara. Mereka juga meminta pemerintah menyampaikan perkembangan kondisi udara secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....