Hujan Mulai Turun di tengah Kemarau, Merangin Siapkan Antisipasi Bencana

  • 03 Okt 2026 11:29 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kabupaten Merangin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering dan basah. Bupati Merangin, M. Syukur, memimpin langsung Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Merangin, Jumat 2 Oktober 2026 pagi.

Apel tersebut melibatkan Wakil Bupati A. Khafidh, Sekretaris Daerah Zulhifni, para staf ahli, asisten sekda, kepala OPD, kepala bagian, seluruh camat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Melalui kegiatan yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu, Pemkab Merangin ingin memastikan kesiapan personel dan instansi terkait dalam menghadapi perubahan cuaca yang sulit diprediksi.

Bupati M. Syukur menegaskan, kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana, mulai dari kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga banjir.

"Hari ini kita melaksanakan apel siaga untuk menghadapi potensi bencana, baik kering maupun basah. Ini adalah langkah konkret kesiapsiagaan kita menghadapi keragaman cuaca yang dinamis," ujar M. Syukur.

M. Syukur menjelaskan, Merangin saat ini memasuki periode musim kemarau. Namun, hujan lokal dengan durasi singkat masih mengguyur sejumlah titik wilayah.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dua ancaman sekaligus. Cuaca kering berpotensi memicu karhutla, sedangkan hujan lebat dapat memicu banjir secara tiba-tiba.

"Walaupun masuk musim kering, ada hujan yang mulai muncul di titik-titik tertentu. Pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri, dan seluruh unsur harus siap siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, baik kekeringan maupun banjir," tegasnya.

Pemkab Merangin juga mengajak seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi agar respons terhadap potensi bencana berlangsung cepat dan tepat.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin A. Khafidh menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Jambi dan Bupati Merangin, Khafidh mengimbau petani serta warga yang hendak membuka ladang agar tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang ingin bertani atau membuka ladang, untuk tidak membakar lahan. Ini sangat penting demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan," imbau Khafidh.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di kawasan rawan agar mewaspadai hujan lebat. Selain banjir, curah hujan tinggi dapat memicu tanah longsor.

Pemkab Merangin menilai kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....