Haris Yulianto, Nakhoda KM Virgo Transport 8

  • 29 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Nama Haris Yulianto mencuat setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa. Insiden tersebut terjadi pada 13 September 2026 saat kapal berlayar menuju Banjarmasin. Haris menjabat sebagai nakhoda atau kapten kapal penumpang dan kendaraan tersebut. PT Virgo Karya Shipping mengoperasikan KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran tersebut.

Pada pelayaran terakhir, KM Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal itu membawa 243 orang berdasarkan data person on board dalam pemberitaan. Karena posisinya sebagai nakhoda, Haris menjadi salah satu sosok penting dalam informasi awal kecelakaan. Basarnas bahkan menerima informasi awal mengenai kondisi kapal langsung dari Haris.

Sempat Berkomunikasi dengan Basarnas

Sebelum hubungan komunikasi terputus, Haris sempat menyampaikan kondisi kapal kepada petugas. Ia memberikan informasi melalui saluran komunikasi yang tersedia saat kapal menghadapi keadaan darurat. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Edy Prakoso menyebut informasi itu berasal langsung dari Haris. Petugas kemudian menggunakan keterangan tersebut untuk memahami kondisi kapal.

Menurut informasi tersebut, kapal mengalami kemiringan setelah gelombang menghantam bagian lambung kanan. Petugas kemudian meminta Haris mengonfirmasi kembali kondisi tersebut. Namun, komunikasi dengan kapal terputus setelah permintaan konfirmasi itu. Karena itu, informasi dari Haris menjadi salah satu data awal bagi Basarnas.

Basarnas kemudian menjalankan operasi pencarian dan pertolongan setelah menerima informasi mengenai kondisi kapal. Sementara itu, KM Virgo Transport 8 terus menghadapi keadaan darurat di Laut Jawa. Kapal akhirnya terbalik dan tenggelam ketika menjalani perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Peristiwa tersebut kemudian memicu pencarian terhadap penumpang dan awak kapal.

Profil Haris Yulianto Masih Terbatas

Nama Haris Yulianto memang mendapat perhatian luas setelah kecelakaan tersebut. Namun, informasi mengenai latar belakang pribadi dan perjalanan kariernya masih sangat terbatas. Penelusuran Suara Merdeka Jogja hingga 23 September 2026 belum menemukan profil resmi yang lengkap. Data publik juga belum menjelaskan riwayat pendidikan pelayaran Haris secara terperinci.

Selain itu, belum tersedia informasi terbuka mengenai awal karier Haris sebagai pelaut. Data tentang jenjang sertifikasi Ahli Nautika juga belum muncul secara lengkap. Begitu pula dengan daftar kapal yang pernah Haris nakhodai sebelum KM Virgo Transport 8. Informasi yang dapat dipastikan hanya menyebut Haris sebagai nakhoda kapal tersebut.

Sebagai nakhoda, Haris menjalankan bagian penting dalam operasional pelayaran. Ia bertanggung jawab atas navigasi dan keselamatan pelayaran bersama perwira serta awak kapal. Namun, publik belum memiliki informasi resmi yang lengkap mengenai perjalanan kariernya. Karena itu, informasi tentang profil Haris perlu mengacu pada sumber yang dapat diverifikasi.

Nama yang sama juga muncul dalam berbagai akun media sosial dan profil internet. Namun, publik tidak dapat langsung mengaitkan akun tersebut dengan Haris, nakhoda KM Virgo Transport 8. Kesamaan nama belum cukup untuk memastikan identitas seseorang. Karena itu, informasi pribadi Haris tetap perlu menunggu sumber resmi.

Kesaksian Penumpang Soroti Proses Evakuasi

Setelah kecelakaan terjadi, perhatian publik kemudian tertuju pada proses evakuasi. Sorotan itu tidak hanya menyangkut posisi Haris sebagai nakhoda kapal. Sejumlah penumpang yang selamat turut menyampaikan kesaksian mengenai situasi di atas kapal. Kesaksian tersebut kemudian menjadi bagian dari pemberitaan mengenai proses evakuasi.

Salah satu penumpang bernama Hilarius mengaku tidak mendengar instruksi evakuasi. Ia juga menyebut tidak menerima arahan mengenai penggunaan pelampung ketika kondisi kapal memburuk. Kesaksian tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses evakuasi saat keadaan darurat. Namun, kesaksian penumpang tetap perlu ditempatkan dalam konteks proses pendalaman.

Selain itu, sejumlah pemberitaan memuat dugaan mengenai tindakan Haris dan beberapa awak kapal. Pemberitaan tersebut menyebut dugaan bahwa mereka lebih dahulu menggunakan sekoci. Namun, informasi itu berasal dari kesaksian penumpang dan pemberitaan mengenai tudingan publik. Karena itu, informasi tersebut belum dapat menjadi kesimpulan resmi mengenai tanggung jawab Haris.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga meminta publik menunggu hasil investigasi. Ia mengingatkan agar pihak mana pun tidak menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum penyelidikan selesai. Dengan demikian, proses investigasi memiliki peran penting dalam mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh. Hasil penyelidikan nantinya dapat memberikan gambaran berdasarkan temuan dan bukti yang tersedia.

Saat ini, Haris Yulianto menjadi sorotan sebagai nakhoda KM Virgo Transport 8. Ia sempat berkomunikasi dengan Basarnas sebelum hubungan dengan kapal terputus. Sementara itu, informasi mengenai latar belakang dan rekam jejak kariernya masih terbatas. Publik juga masih menunggu perkembangan pencarian korban serta pendalaman penyebab kecelakaan.

Berbagai kesaksian mengenai proses evakuasi juga terus menjadi perhatian dalam pemberitaan. Namun, setiap kesaksian perlu ditempatkan sebagai informasi yang masih dalam proses pendalaman. Karena itu, publik perlu menunggu hasil investigasi sebelum menarik kesimpulan mengenai kecelakaan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....