Festival Kerinci 2026 Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif
- 20 Sep 2026 13:41 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Sebanyak 3.805 gelas kopi disuguhkan gratis kepada masyarakat dalam pembukaan Festival Kopi Kerinci 2026 di Lapangan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Sabtu 19 September 2026.
Jumlah tersebut bukan angka sembarangan. Angka 3.805 menjadi simbol ketinggian Gunung Kerinci yang mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Dari kaki gunung tertinggi di Sumatera itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci ingin menunjukkan bahwa kopi tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi, pariwisata dan industri kreatif masyarakat.
Festival Kopi Kerinci 2026 resmi dibuka Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. Kegiatan ini mengusung semangat memperkenalkan kopi Tanah Kerinci sekaligus memperluas peluang bagi petani, pelaku UMKM, barista dan generasi muda.
Pembukaan festival berlangsung meriah. Sejumlah unsur pemerintahan, petani, pelaku usaha, komunitas kopi, barista, UMKM, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga masyarakat dari berbagai daerah turut hadir.
Gubernur Jambi diwakili Kepala Dinas DP3AP2 Drs. Atma Jaya, M.Si., sementara Bank Indonesia Provinsi Jambi diwakili Deputi Kepala Perwakilan Robby Fathir Nashari.
Turut hadir Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, S.E., Ketua DPRD Kerinci Irwandri, S.E., M.M., jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM serta penggiat kopi.
Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi mengatakan kopi memiliki cerita panjang yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Menurutnya, secangkir kopi mencerminkan tanah tempat tanaman tumbuh, alam yang menjaganya, kerja keras petani hingga kreativitas masyarakat dalam mengolah dan memasarkannya.
“Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas dan kerja keras masyarakat,” ujar Monadi.
Karena itu, Pemkab Kerinci terus mendorong agar hasil pertanian tidak berhenti sebagai bahan mentah. Produk pertanian, termasuk kopi, harus mampu diolah sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing.
Upaya tersebut dinilai penting agar semakin banyak manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya petani kopi.
Monadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri kopi.
Menurutnya, dunia kopi memberikan banyak ruang bagi anak muda untuk berkreasi dan membuka usaha.
Tidak hanya menjadi petani, generasi muda dapat mengambil peran sebagai barista, roaster, pengusaha, content creator, desainer kemasan, pemasar digital, pelaku agrowisata hingga menciptakan berbagai inovasi produk berbahan kopi.
“Jangan sampai kopi Kerinci hanya dikenal karena bijinya, tetapi harus dikenal karena inovasi, kualitas, dan kreativitas masyarakat Kerinci,” tegasnya.
Festival Kopi Kerinci 2026 pun dirancang bukan hanya sebagai ajang menikmati kopi. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara petani, pelaku usaha, barista, UMKM, komunitas, generasi muda dan masyarakat.
Usai pembukaan, para tamu undangan meninjau berbagai stan barista dan UMKM ekonomi kreatif yang menampilkan produk serta kreativitas berbasis kopi.
Festival juga menghadirkan seminar dan talkshow kopi, Kompetisi Green Bean serta Kompetisi Manual Brewing atau V60.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku kopi untuk memperkenalkan kualitas, karakter dan potensi kopi Kerinci kepada masyarakat maupun pengunjung.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan hilirisasi dan lomba kreativitas kopi, pameran, Coffee Experience serta pertunjukan seni budaya.
Dengan konsep tersebut, Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan komoditas. Festival ini sekaligus mempertemukan sektor pertanian, ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata dan budaya dalam satu ruang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....