Renah Kayu Embun Bersiap Jadi Sentra Kopi, 219 Ribu Bibit Mulai Ditanam
- 12 Sep 2026 11:14 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyerahan 219.000 batang bibit kopi kepada 11 kelompok tani di Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Jumat 11 September 2026.
Bibit yang disalurkan terdiri dari jenis Kopi Arabika Gayo 3 dan Robusta. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan sekaligus menjadi langkah awal mempercepat hilirisasi komoditas kopi di Kota Sungai Penuh.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH seusai pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Nurul Haq, Desa Renah Kayu Embun.
Dalam kegiatan tersebut, Alfin didampingi Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Alpian, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Kehadiran pemerintah di tengah kelompok tani tersebut menjadi bentuk komitmen untuk mengembangkan potensi perkebunan daerah. Terlebih, kopi dinilai memiliki nilai ekonomi dan prospek pasar yang cukup menjanjikan.
Wali Kota Alfin mengatakan bantuan bibit kopi tersebut tidak sekadar menjadi program pembagian tanaman, tetapi diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, mulai dari proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
“Bibit kopi ini harus dimanfaatkan dan dirawat sebaik mungkin. Pemerintah berharap seluruh kelompok tani dapat menanam, memelihara, hingga mengembangkan tanaman kopi ini sehingga ke depan mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani,” ujar Alfin.
Menurutnya, pengembangan kopi membutuhkan kesinambungan antara dukungan pemerintah dan keseriusan masyarakat. Karena itu, para petani diharapkan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kualitas hasil perkebunan.
Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, kata Alfin, komoditas kopi dari Sungai Penuh memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar lebih luas.
Selain bibit kopi, Pemkot Sungai Penuh juga menyalurkan pupuk kompos hasil olahan TPST Renah Kayu Embun kepada masyarakat.
Setiap warga yang berada di sekitar TPST mendapatkan dua karung pupuk kompos. Sementara itu, masyarakat yang memiliki lahan perladangan di Desa Renah Kayu Embun mendapatkan satu karung kompos.
Alfin mengajak masyarakat memanfaatkan pupuk tersebut untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
“Pemanfaatan kompos ini bukan hanya membantu menyuburkan tanaman, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Program tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan sektor pertanian. Sampah yang sebelumnya menjadi persoalan dapat diolah menjadi produk yang kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....