Anna Bonus dan Misteri Kutukan yang Konon Bisa Membunuh dari Jarak Jauh

  • 26 Agt 2026 11:19 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Anna merupakan gadis Inggris yang kisah hidupnya penuh cerita misterius. Sejumlah cerita menyebut Anna mampu mencelakai seseorang dari jarak jauh. Bahkan, dua orang dipercaya meninggal setelah menjadi sasaran kekuatan misterius tersebut.

Anna lahir pada September 1846 di Stratford dari keluarga kaya raya. Orang tuanya memiliki banyak anak dan Anna menjadi anak ke-12 dalam keluarganya. Sejak kecil, Anna tampak berbeda dari saudara-saudaranya. Kulitnya pucat dan tubuhnya kerap terlihat lemah serta mudah sakit.

Namun, kondisi fisiknya tidak menghalangi perkembangan kemampuan lain dalam dirinya. Anna diyakini memiliki kekuatan batin yang membuatnya mampu melihat gambaran kejadian masa depan. Ia bahkan disebut mampu mengetahui waktu kematian seseorang. Kemampuan tersebut kemudian membuat lingkungan sekitarnya memandang Anna sebagai sosok aneh.

Akibat pandangan itu, teman-teman sebaya Anna menjauhinya dalam pergaulan. Anna kemudian lebih sering mencari teman dari dunia hewan. Ia cepat akrab dengan berbagai hewan yang berada di sekitarnya. Bahkan, sejumlah kisah menyebut Anna mampu berkomunikasi dengan hewan.

Selain menyukai hewan, Anna juga memiliki kegemaran membaca sejak usia muda. Ia sering menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan milik ayahnya. Kebiasaan tersebut membuat wawasan dan imajinasinya berkembang pesat. Saat berusia 13 tahun, Anna bahkan menerbitkan novel berjudul Baetrice: A Tale of Early Christians.

Ketertarikan pada okultisme

Seiring bertambah usia, minat Anna terhadap buku tidak pernah surut. Namun, ia kemudian mulai tertarik pada berbagai hal yang berkaitan dengan dunia gaib. Ia mempelajari ritual okultisme dan ilmu kebatinan melalui teosofi. Perubahan minat itu kelak turut mewarnai kisah misterius dalam kehidupannya.

Selain mendalami teosofi, Anna memilih menjalani pola hidup vegetarian. Ia juga aktif memperjuangkan hak-hak perempuan pada masa tersebut. Perjuangannya menghadapi tantangan besar ketika ia memulai pendidikan kedokteran. Pada 1873, Anna masuk kuliah kedokteran di Paris, Prancis.

Keputusan tersebut menunjukkan keberanian Anna pada zamannya. Masyarakat saat itu masih menganggap perempuan tidak pantas menjalani profesi dokter. Namun, Anna berhasil masuk berkat kemampuan akademiknya. Ia juga membawa misi memperkenalkan makanan vegetarian kepada masyarakat.

Anna sekaligus ingin menghentikan penggunaan hewan dalam kegiatan percobaan ilmiah. Selama mengikuti perkuliahan, ia meraih nilai tinggi dalam berbagai mata kuliah. Namun, kegiatan praktikum tertentu membuat Anna merasa sangat tidak nyaman. Ia terutama membenci pembedahan dan percobaan yang melibatkan hewan.

Anna bahkan beberapa kali menawarkan tubuhnya sebagai pengganti hewan percobaan. Ia berharap dosen memilih membedah dirinya daripada menyakiti hewan. Namun, para dosen menolak tawaran tersebut. Kondisi itu membuat tekanan batin Anna semakin kuat selama menjalani pendidikan.

Konflik dengan Claude Bernard

Sikap Anna semakin keras ketika berhadapan dengan Claude Bernard. Dokter tersebut sering melakukan pembedahan terhadap hewan untuk kepentingan penelitian. Claude juga membela penggunaan hewan dalam eksperimen demi perkembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, Anna menganggap tindakan tersebut sebagai kekejaman.

Kebencian Anna terhadap Claude akhirnya semakin terbuka. Kepada orang-orang terdekatnya, Anna menyebut Claude sebagai sosok gila dan sadis. Konflik itu kemudian mencapai puncaknya pada Desember 1877. Saat itu, Claude menceritakan pengalaman eksperimen kepada para mahasiswa.

Claude mengaku pernah memanggang hewan hidup-hidup untuk mengamati perubahan suhu tubuhnya. Mendengar cerita tersebut, Anna langsung kehilangan kendali atas emosinya. Ia berdiri dari kursinya dan berteriak, "Pembunuh!". Setelah itu, Anna meninggalkan ruang kuliah dengan penuh kemarahan.

Sebelum pergi, Anna sempat mengancam akan membunuh Claude menggunakan kekuatan spiritual. Tidak lama kemudian, Anna mendadak jatuh pingsan. Ia akhirnya sadar kembali setelah beberapa waktu. Namun, kejadian berikutnya membuat kisah tersebut semakin sulit dipercaya.

Tidak lama setelah Anna melontarkan ancaman, Claude jatuh sakit. Claude kemudian meninggal dunia setelah mengalami kondisi tersebut. Tidak ada bukti yang memastikan ancaman Anna menyebabkan kematian Claude. Namun, Anna sendiri mengaku senang ketika mendengar kabar kematian tersebut.

Anna bahkan mengklaim kutukannya menjadi penyebab kematian Claude. Klaim itu kemudian memperkuat cerita tentang kemampuan misterius yang melekat pada dirinya. Meski begitu, kisah tersebut tidak memberikan bukti ilmiah mengenai kekuatan tersebut. Hubungan antara ancaman Anna dan kematian Claude tetap menjadi bagian dari cerita kontroversial.

Paul Bert ikut menjadi sasaran

Kematian Claude tidak membuat Anna berhenti menentang eksperimen terhadap hewan. Ia kemudian mengarahkan kemarahannya kepada tokoh lain yang memiliki pandangan serupa. Salah satunya ialah dokter bernama Paul Bert. Menurut Anna, Paul juga pantas menerima hukuman karena mendukung eksperimen terhadap hewan.

Pada November 1886, Paul meninggal dunia secara tiba-tiba. Sekali lagi, Anna mengklaim dirinya berperan dalam kematian tersebut. Klaim itu membuat keyakinan Anna terhadap kemampuan spiritualnya semakin kuat. Ia kemudian berniat menyasar lebih banyak orang yang melakukan eksperimen terhadap hewan.

Target berikutnya dalam kisah tersebut ialah ilmuwan terkenal Louis Pasteur. Nama Louis kemudian sangat dikenal melalui teknik pasteurisasi. Teknik tersebut bertujuan membunuh kuman dan bakteri berbahaya dalam makanan. Penemuan itu membuat Louis mendapat julukan sebagai Bapak Bioteknologi.

Namun, Anna melihat Louis dari sudut pandang berbeda. Ia menganggap Louis sebagai orang yang menyiksa hewan dan pantas menerima hukuman. Karena itu, Anna mendatangi laboratorium Louis di Paris pada November 1886. Ia datang dengan niat yang menurut kisah tersebut sangat berbahaya.

Rencana terhadap Louis Pasteur gagal

Namun, keadaan justru berubah ketika Anna hendak mencapai tujuannya. Hujan badai tiba-tiba mengguyur kawasan tempat Anna berada. Kondisi tersebut membuat Anna jatuh sakit setelah terkena cuaca buruk. Dokter kemudian mendiagnosis Anna mengalami radang paru-paru.

Di sisi lain, Louis juga sempat mengalami sakit secara tiba-tiba. Namun, kondisi Louis kemudian membaik sehingga ia kembali menjalankan pekerjaannya. Anna justru menghadapi kondisi kesehatan yang semakin buruk. Sebelumnya, tubuh Anna memang sudah terkenal lemah dan sering mengalami gangguan kesehatan.

Kondisi tersebut terus menurun hingga akhirnya Anna meninggal dunia. Ia mengembuskan napas terakhir pada 22 Februari 1888. Kematiannya meninggalkan banyak pertanyaan mengenai klaim kekuatan spiritual yang pernah ia lontarkan. Sampai sekarang, kisah tersebut tetap menghadirkan perdebatan antara cerita misterius dan penjelasan rasional.

Tidak ada kepastian bahwa Anna benar-benar mampu membunuh seseorang dari jarak jauh. Demikian pula, tidak ada bukti yang memastikan kutukannya menyebabkan kematian Claude Bernard atau Paul Bert. Kisah Anna lebih banyak bertumpu pada pengakuan dan cerita yang berkembang pada masanya. Karena itu, pembaca perlu melihat cerita tersebut sebagai kisah misteri yang masih menyimpan tanda tanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....