Kembali Bekerja Sambil Menyusui, Ini Tantangan Working Mom dan Cara Menjalaninya

  • 24 Agt 2026 18:10 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kembali bekerja setelah melahirkan menjadi fase penuh penyesuaian bagi banyak ibu. Selain menjalani rutinitas profesional, ibu juga perlu memastikan kebutuhan bayi tetap terpenuhi, termasuk mempertahankan proses menyusui dan memerah ASI atau pumping.

Tantangannya bukan sekadar membagi waktu. Sebuah systematic review yang menganalisis 14 penelitian dengan total lebih dari 42 ribu perempuan menemukan bahwa keberlanjutan menyusui setelah ibu kembali bekerja berbeda-beda di berbagai negara.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kembali bekerja menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberlanjutan menyusui. Beban kerja tinggi, masa cuti yang singkat, serta minimnya kebijakan pendukung di tempat kerja dapat membuat ibu kesulitan mempertahankan pemberian ASI.

Sebaliknya, dukungan pasangan, keluarga, rekan kerja, dan atasan dapat membantu ibu melewati masa transisi dengan lebih baik.

Pumping Menjadi Rutinitas Baru

Bagi ibu yang kembali bekerja, pumping menjadi bagian penting dari rutinitas sehari-hari. Namun, mencari waktu untuk memerah ASI di tengah rapat, pekerjaan, perjalanan, dan berbagai tanggung jawab tentu tidak selalu mudah.

Karena itu, persiapan sebelum kembali bekerja menjadi langkah penting. Ibu dapat mulai berlatih menggunakan pompa beberapa minggu sebelum kembali ke kantor. Selain itu, komunikasikan kebutuhan menyusui kepada perusahaan sejak awal.

Diskusikan pula ketersediaan ruang yang nyaman dan bersih, waktu khusus untuk memerah ASI, serta fasilitas penyimpanan ASI perah.

Ketika berjauhan dengan bayi, ibu juga dapat mempertimbangkan memerah ASI secara rutin. Waktu tersebut dapat disesuaikan dengan pola bayi minum untuk membantu mempertahankan produksi ASI.

Dukungan Tempat Kerja Sangat Penting

Lingkungan kerja yang mendukung dapat membuat ibu lebih mudah menjalani peran sebagai pekerja sekaligus menyusui. Tinjauan sistematis terhadap berbagai intervensi di tempat kerja menunjukkan bahwa ruang laktasi, waktu khusus untuk memerah ASI, kebijakan perusahaan, dan dukungan rekan kerja dapat membantu keberlangsungan menyusui.

Ibu juga tidak perlu merasa harus menjalani semuanya sendiri. Komunikasi terbuka dengan pasangan dan keluarga dapat membantu pembagian tanggung jawab di rumah.

Pada akhirnya, kembali bekerja sambil menyusui membutuhkan persiapan, fleksibilitas, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Dengan perencanaan yang baik, ibu dapat menjalani pekerjaan sekaligus tetap memenuhi kebutuhan ASI bayi sesuai kondisi dan kemampuannya.

Tips agar lebih siap kembali bekerja sambil menyusui:

  1. Mulai berlatih menggunakan pompa sebelum kembali bekerja.
  2. Susun jadwal pumping yang realistis sesuai rutinitas kerja.
  3. Siapkan perlengkapan pumping sejak malam sebelumnya.
  4. Bicarakan kebutuhan menyusui dengan atasan atau bagian terkait.
  5. Pastikan tersedia tempat yang nyaman dan bersih untuk memerah ASI.
  6. Siapkan tempat penyimpanan ASI perah yang sesuai.
  7. Libatkan pasangan dan keluarga dalam pengasuhan bayi.
  8. Jangan memaksakan diri jika kondisi fisik dan situasi kerja sedang tidak memungkinkan.

ibu menyusui, working mom, ibu bekerja, ASI, pumping ASI, menyusui sambil bekerja, tips ibu bekerja, kesehatan ibu dan bayi, ASI eksklusif, ibu setelah melahirkan, laktasi, dukungan ibu menyusui

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....