Liao dan Penipu Paling Setia
- 23 Agt 2026 16:07 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kisah Liao Dan, mantan pekerja pabrik Beijing yang mendapat julukan “penipu paling setia”. Selama empat tahun, dia memalsukan kuitansi rumah sakit demi menyelamatkan istrinya. Kisah tersebut kemudian mengundang simpati luas dari masyarakat China.
Liao hanya menempuh pendidikan hingga sekolah menengah. Setelah tempat kerja mereka tutup, dia hidup sederhana bersama istrinya, Du Jinling, dan putra mereka. Keluarga itu kemudian menghadapi masalah kesehatan yang sangat berat. Pada 2007, dokter mendiagnosis Du mengalami uremia parah dan membutuhkan dialisis tiga kali setiap pekan.
Menurut laporan The Beijing News yang dikutip South China Morning Post, biaya perawatan mencapai 5.000 yuan per bulan. Jumlah tersebut setara sekitar USD730 pada masa itu. Pengeluaran itu segera menguras tabungan keluarga Liao. Akibatnya, dia terpaksa membawa istrinya pulang dari rumah sakit.
Terjepit Biaya dan Aturan Asuransi
Liao kemudian mencoba mengajukan penggantian biaya melalui asuransi kesehatan. Namun, Du tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki kartu identitas penduduk Beijing. Kondisi itu membuat keluarga mereka semakin sulit menghadapi biaya pengobatan. Selain itu, Liao sendiri menderita diabetes dan pernah mengalami luka borok parah pada kedua kakinya.
Di tengah tekanan tersebut, Liao menemukan celah saat membayar biaya rumah sakit. Dia melihat petugas hanya memeriksa stempel resmi pada kuitansi. Petugas tidak memeriksa jumlah pembayaran secara mendalam. Karena terdesak, Liao kemudian memanfaatkan kelemahan tersebut.
Liao menghubungi pembuat stempel palsu dan memesan stempel rumah sakit. Setelah itu, dia membuat kuitansi dengan stempel tersebut. Dia lalu menyerahkan kuitansi palsu untuk mengurangi pembayaran biaya rumah sakit. Tindakan itu terus berlangsung selama empat tahun demi membiayai pengobatan istrinya.
Kasus tersebut akhirnya membawa Liao ke meja hijau. Dalam persidangan, dia mengakui seluruh perbuatannya. Dia menutupi wajah sambil menangis ketika menyampaikan alasan kepada hakim. “Saya telah didorong hingga titik di mana tidak ada jalan lain. Saya hanya ingin istri saya hidup.”
Simpati Publik Mengalir
Pengakuan tersebut kemudian memicu simpati masyarakat China. Banyak orang melihat tindakan Liao sebagai kisah cinta yang tragis. Publik bahkan memberinya julukan “penipu paling setia” di China. Seorang pejabat Zhuhai, China selatan, turut memberikan bantuan bersama para simpatisan lainnya.
Mereka mengumpulkan lebih dari 500.000 yuan atau sekitar USD73.000. Dana tersebut membantu Liao melunasi biaya rumah sakit. Sementara itu, sisa dana digunakan untuk membiayai perawatan Du. Bantuan tersebut memberi keluarga itu kesempatan melanjutkan perjuangan mereka.
Pada Desember 2012, pengadilan menyatakan Liao bersalah atas penipuan. Hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara dengan masa percobaan empat tahun. Liao juga harus membayar denda sebesar 3.000 yuan atau sekitar USD440. Putusan tersebut membuatnya tetap tinggal di rumah untuk merawat istrinya.
Liao kemudian mengatakan dirinya tidak memiliki pendidikan tinggi. Dia juga mengaku tidak memahami cara mendefinisikan cinta. Namun, dia merasa setiap orang harus memiliki hati nurani. “Saya hanya merasa bahwa seseorang harus memiliki hati nurani. Dia sakit. Saya tidak bisa membiarkannya mati begitu saja,” ujarnya.
Istri Akhirnya Meninggal
Perjuangan Liao untuk mempertahankan hidup Du akhirnya berakhir pada Mei 2016. Du meninggal setelah mengalami kegagalan multi-organ. Kepergian tersebut membuat Liao mengalami kehilangan besar. Dia mengaku kematian istrinya datang begitu tiba-tiba.
Liao mengatakan Du tidak sempat meninggalkan pesan terakhir untuknya. Situasi itu membuat dirinya merasa “kosong di dalam”. Meski menghadapi kesulitan panjang, keduanya tidak pernah mempertimbangkan perceraian. “Tidak peduli betapa sulitnya hidup, kami tidak pernah sekalipun berpikir untuk bercerai.”
Dia kemudian mengenang seluruh pengorbanan selama mendampingi istrinya. “Setiap yuan yang saya miliki digunakan untuk menjaga agar dia tetap hidup,” imbuhnya. Kisah Liao kembali ramai diperbincangkan di internet beberapa waktu terakhir. Video mengenai kisah tersebut bahkan meraih jutaan penonton dan lebih dari 400.000 tanda suka.
Kemunculan kembali kisah itu turut memunculkan pertanyaan tentang akses layanan kesehatan. Seorang pengguna internet mempertanyakan kondisi warga migran pada masa tersebut. “Jika asuransi kesehatan lebih mudah diakses oleh warga migran pada saat itu, apakah Liao akan terpaksa menempuh jalan ilegal?” tulis pengguna tersebut.
Pengguna lain menilai kasus Liao ikut mendorong perubahan dalam sistem asuransi kesehatan. “Kasus Liao membantu mendorong peningkatan sistem asuransi kesehatan,” kata pengguna tersebut. Menurutnya, sistem saat ini memberikan akses penggantian biaya dialisis bagi pasien uremia hingga 90 persen. Kisah Liao pun kembali membuka perbincangan tentang cinta, kemiskinan, dan akses layanan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....