Bank Sampah Minim, Pengelolaan Sampah Kerinci Masih Terkendala
- 20 Agt 2026 15:44 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh — Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Kerinci, Jambi, masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, minimnya keberadaan bank sampah di desa-desa yang dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam melihat sejauh mana keberadaan bank sampah mampu memberikan dampak terhadap pengurangan timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi) sebelumnya menilai terdapat dua sumber utama yang menyebabkan pelaksanaan bank sampah belum berjalan efektif. Persoalan tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan pengelolaan bank sampah di tingkat masyarakat.
Di Kabupaten Kerinci, keberadaan bank sampah masih belum merata. Masih sedikit masyarakat maupun desa yang memiliki bank sampah dan menjalankannya secara aktif.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, jumlah masyarakat maupun desa yang telah memiliki bank sampah masih minim.
"Minimnya bank sampah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih partisipatif dan berkelanjutan," ujar Neneng, Kamis 20 Agustus 2026.
Keberadaan bank sampah dinilai penting karena tidak hanya membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemilahan dan pengelolaan sampah yang memiliki nilai jual.
Karena itu, penguatan bank sampah di tingkat desa diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi persoalan sampah di Kabupaten Kerinci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....