Harga Gabah Naik, Bulog Sungai Penuh-Kerinci Hadapi Tantangan Serapan
- 19 Agt 2026 09:15 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kenaikan harga gabah di tingkat petani membuat Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci menghadapi tantangan dalam menyerap hasil panen petani di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Harga gabah yang terus menguat selama musim kemarau membuat petani memiliki pilihan lebih luas untuk menjual hasil panennya. Mereka cenderung memilih pembeli yang menawarkan harga lebih tinggi.
Kepala Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci, Fahmi Hafiza Siregar, mengatakan harga gabah di tingkat petani saat ini sudah berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Sekarang harga gabah di tingkat petani sudah di atas Rp6.500 per kilogram atau berada di atas harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Fahmi.Selasa 18 Agustus 2026.
Fahmi menjelaskan kenaikan harga membuat persaingan dalam pembelian gabah semakin kuat. Petani tentu mempertimbangkan keuntungan sebelum menentukan kepada siapa mereka menjual hasil panen.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Bulog tidak memaksa petani menjual gabah kepada Bulog. Perusahaan tetap berupaya melakukan pembelian sesuai ketentuan harga yang berlaku.
“Bulog tetap berupaya menyerap gabah petani sesuai dengan ketentuan harga yang ada,” ujarnya.
Fahmi mengatakan Bulog terus memantau pergerakan harga gabah di lapangan. Pemantauan tersebut penting untuk melihat perkembangan harga sekaligus menjaga penyerapan gabah di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Bulog berharap harga gabah tetap memberikan keuntungan bagi petani. Di sisi lain, ketersediaan bahan pangan juga perlu terus terjaga.
Kenaikan harga gabah memang menjadi tantangan bagi Bulog dalam menyerap hasil panen. Namun, Bulog tetap membuka komunikasi dengan petani dan mengikuti perkembangan harga di lapangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Bulog menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....