Dua Evaluator Internasional Tuntaskan Penilaian UGGp Merangin-Jambi

  • 14 Agt 2026 19:46 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh -Proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin-Jambi memasuki tahap akhir. Dua evaluator internasional menuntaskan peninjauan lapangan di sejumlah geosite dan lokasi pendukung pada Kamis 13 Agustus 2026.

Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Jeju Island UGG, Korea Selatan, dan Nicolas Klee dari Monts D’Ardèche UGG, Prancis, menyisir enam titik strategis di Kabupaten Merangin. Mereka melihat langsung kekuatan geologi, budaya, konservasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

General Manager Geopark Merangin-Jambi, Agus Zainudin, bersama perwakilan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mendampingi evaluator selama peninjauan.

Rombongan memulai agenda di Danau Pauh, Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat. Kedua evaluator menyusuri danau menggunakan perahu sambil mengamati lingkungan sekitar dan pohon pauh yang menjadi asal nama danau.

Mereka juga berdialog dengan masyarakat setempat. Percakapan tersebut membahas dampak keberadaan geosite terhadap perekonomian warga, terutama sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Rantau Kermas. Evaluator melihat Tugu Kalpataru yang menjadi simbol keberhasilan Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA) Depati Kara Jayo Tuo menjaga hutan adat seluas 130 hektare.

Tim juga meninjau PLTMH Rantau Kermas yang memiliki kapasitas 37–41 kW. Fasilitas tersebut memanfaatkan aliran Sungai Batang Langkup dan telah beroperasi sejak 2018.

Evaluator turut melihat Rumah Tuo di Desa Rantau Kermas. Mereka juga mencermati hasil perkebunan kulit manis dan kopi yang menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat.

Penilaian berlanjut ke rumah produksi Kopi Lembah Mentenang (LM) di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat. Kopi tersebut tumbuh di kawasan tanah subur yang berkaitan dengan aktivitas gunung purba Gunung Masurai.

Kopi Lembah Mentenang menjadi salah satu geoproduk unggulan sekaligus UMKM binaan Geopark Merangin-Jambi. Kehadiran produk lokal tersebut menunjukkan upaya masyarakat mengembangkan ekonomi dengan tetap menjaga nilai konservasi.

Di Kecamatan Lembah Masurai, rombongan menyambangi Basecamp Mount Masurai di Desa Sungai Lalang. Mereka mencermati pemetaan jalur pendakian sekaligus potensi keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Masurai.

Tim kemudian melihat alat pendeteksi gempa milik BMKG di Desa Tuo. Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2025 tersebut mendukung sistem peringatan dini bagi masyarakat sekitar.

Peninjauan lapangan berakhir di Air Terjun Sigerincing, Desa Tuo. Geosite tersebut terbentuk dari aktivitas letusan purba Gunung Masurai pada era pre-caldera dan menjadi salah satu daya tarik geologi penting di kawasan Merangin-Jambi.

Penerjemah dari Balai Bahasa Jambi, Lukman, mengatakan seluruh rangkaian peninjauan berjalan lancar. Menurutnya, kedua evaluator telah melihat langsung berbagai potensi yang menjadi bagian penting dalam proses revalidasi.

“Pada dasarnya para evaluator telah melihat langsung seluruh potensi yang ada dan sudah memiliki catatan untuk penilaian revalidasi,” kata Lukman.

Ia menjelaskan tim evaluator selanjutnya akan menyampaikan hasil peninjauan dalam progress report di kantor Badan Pengelola Geopark Merangin-Jambi.

Hasil revalidasi tersebut menjadi bagian penting bagi keberlanjutan status UNESCO Global Geopark Merangin-Jambi. Karena itu, pemerintah daerah dan pengelola geopark terus menunjukkan kekuatan geologi, budaya, konservasi, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....