Debit Air Turun 40 Persen, Warga Sungai Penuh Hadapi Gangguan Pasokan Air Bersih
- 09 Agt 2026 14:07 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Musim kemarau mulai berdampak pada pasokan air bersih di Kota Sungai Penuh, Jambi. Debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Khayangan di Desa Pelayang Raya mengalami penurunan cukup signifikan.
Penurunan debit air tersebut mencapai sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal. Situasi ini membuat distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah ikut terganggu.
Direktur Utama Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh, Edi Al Farisi, mengatakan penurunan pasokan air baku terjadi akibat musim kemarau.
Menurutnya, berkurangnya debit air yang masuk ke instalasi pengolahan membuat perusahaan harus menyesuaikan distribusi kepada pelanggan.
"Kondisi sekarang debit air baku mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan hari normal. Penurunan ini terjadi karena musim kemarau," ujar Edi Al Farisi.Minggu 09 Agustus 2026.
Penurunan pasokan air tersebut berdampak pada sejumlah wilayah pelayanan. Perumda Tirta Khayangan mencatat gangguan distribusi terjadi di tiga kecamatan.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, dan Kecamatan Sungai Bungkal.
Gangguan distribusi juga terjadi di beberapa desa yang berada di Kecamatan Pesisir Bukit.
Perumda Tirta Khayangan meminta masyarakat memahami kondisi tersebut. Perusahaan juga mengimbau pelanggan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Masyarakat diminta menghindari penggunaan air secara berlebihan. Penghematan diperlukan agar persediaan air yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan lebih banyak pelanggan.
Untuk wilayah yang mengalami gangguan distribusi, Perumda Tirta Khayangan akan menyalurkan air secara bergiliran.
Penyaluran dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Langkah tersebut diambil untuk menjaga pemerataan distribusi di tengah menurunnya debit air baku.
Perumda Tirta Khayangan juga berharap kondisi kemarau tidak berlangsung terlalu lama. Jika debit sumber air kembali normal, distribusi air kepada pelanggan diharapkan dapat berjalan seperti biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....