Kota Sungai Penuh Masuk Wilayah Rawan Bencana, BPBD Minta Warga Pahami Mitigasi

  • 02 Agt 2026 08:58 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kota Sungai Penuh memiliki potensi yang cukup tinggi terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana alam maupun nonalam. Kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan menjadikan sejumlah wilayah berisiko mengalami banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa bumi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Safrizal, mengatakan potensi bencana tersebut harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.

"Potensi bencana di Kota Sungai Penuh cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah mitigasi agar risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan," ujarnya.Sabtu 1 Agustus 2026

Safrizal menjelaskan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun BPBD terkait kondisi cuaca dan potensi bencana.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya atau berita bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Selain itu, Safrizal mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kawasan hutan, serta menghindari aktivitas yang dapat merusak lingkungan dinilai mampu mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

BPBD Kota Sungai Penuh berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat melalui edukasi, sosialisasi, serta peningkatan kesiapsiagaan. Dengan langkah tersebut, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat lebih terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....