Dinas Pendidikan Kerinci Gelar Kursus Keterampilan Berbasis Dunia Kerja

  • 30 Jul 2026 09:44 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja. Salah satu upayanya diwujudkan melalui penyelenggaraan kursus keterampilan di SPNF-SKB Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci yang mencakup pelatihan komputer, menjahit, manik-manik, dan tata rias, Rabu 29 Juli 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Isra Kamar, S.Pd, membuka langsung kegiatan tersebut. Program ini menjadi bagian dari pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) yang berfokus pada peningkatan kompetensi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Dalam sambutannya, Isra Kamar menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, keterampilan praktis menjadi modal utama untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.

"Kursus ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta, tetapi juga menjadi bekal untuk membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," kata Isra Kamar.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci memilih empat bidang pelatihan, yakni komputer, menjahit, manik-manik, dan tata rias, karena memiliki peluang usaha yang cukup besar dan banyak dibutuhkan masyarakat.

Melalui pelatihan itu, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengasah kemampuan praktik sehingga memiliki bekal yang lebih siap saat memasuki dunia kerja atau membuka usaha sendiri.

Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sehingga lebih kompetitif di berbagai sektor usaha.

Setelah membuka kegiatan, Isra Kamar bersama jajaran Dinas Pendidikan meninjau setiap ruang pelatihan. Ia berdialog dengan para peserta untuk mengetahui semangat belajar sekaligus memberikan motivasi agar mereka menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dengan maksimal.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan keterampilan yang diperoleh menjadi sumber penghasilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....