Angin Puting Beliung 28 Bangunan di Kerinci Porak-Poranda
- 28 Jul 2026 17:05 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Angin puting beliung menerjang Desa Tutung Bungkuk, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, pada Senin 27 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Bencana yang diawali cuaca gelap dan angin kencang itu merusak sedikitnya 28 bangunan, termasuk satu unit sekolah.
Warga mengaku cuaca berubah drastis beberapa saat sebelum puting beliung datang. Langit yang semula mendung berubah semakin gelap, kemudian angin berembus semakin kencang hingga berputar dan menghantam permukiman. Dalam hitungan menit, atap rumah beterbangan dan material bangunan berserakan di berbagai sudut desa.
Salah seorang warga terdampak, Aneka Trisma, mengatakan dirinya tidak menyangka angin kencang tersebut berubah menjadi puting beliung. Saat kejadian, ia bersama anaknya langsung berlindung di dalam kamar untuk menyelamatkan diri.
"Anginnya sangat kencang. Atap rumah kami langsung terbang. Saya bersama anak hanya bisa berlindung di dalam kamar. Kami masih syok karena kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.
Terjangan angin menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Sebagian besar bangunan kehilangan atap, sementara beberapa bagian rangka rumah juga mengalami kerusakan. Selain rumah warga, satu unit sekolah turut terdampak akibat kuatnya hembusan angin.
Beruntung, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Setelah angin mereda, warga bersama aparat desa dan petugas langsung bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta mengevakuasi material yang menutupi akses jalan.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 28 bangunan, termasuk satu sekolah, mengalami kerusakan. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak sekaligus menghitung nilai kerugian yang ditimbulkan.
Pemerintah mengimbau masyarakat Kabupaten Kerinci untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta segera mencari tempat yang aman apabila hujan lebat disertai angin kencang mulai terjadi, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu bencana serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....