M. Syukur Tak Kuasa Menahan Sebak,saat Ungkap Kenangan Masa Kecil di Lokasi MTQH
- 20 Jul 2026 12:45 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Suasana pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist ke-52 tingkat Kabupaten Merangin di Kabupaten Merangin berubah menjadi momen yang penuh haru, Sabtu 18 Juli 2026. Ribuan warga yang memadati arena MTQH terdiam saat Bupati Merangin M. Syukur tiba-tiba menghentikan sambutannya.
Di atas podium, kalimat sang bupati menggantung. Dadanya naik turun menahan sebak, sementara matanya mulai berkaca-kaca. Suasana yang semula meriah mendadak hening. M. Syukur berusaha tetap tegar di hadapan masyarakat yang hadir.
Keharuan itu muncul ketika M. Syukur mengungkapkan bahwa lokasi MTQH tersebut menyimpan kenangan mendalam dari masa kecilnya. Arena megah yang kini dipenuhi cahaya dan lantunan ayat suci itu dulunya merupakan kebun durian tempat ia mencari pelipur lara bersama neneknya.
“Lokasi MTQH ini adalah kebun durian,” ucap M. Syukur dengan suara parau.
Dengan terbata-bata, ia mengenang masa kecilnya saat dimarahi sang ibu. Neneknya, yang akrab ia panggil “nino”, selalu mengajaknya pergi ke bukit tersebut untuk mencari durian dan menenangkan hatinya.
“Dulu, waktu saya kecil, kalau saya dimarahi emak saya, nino saya ngajaknya lari ke bukit ini. Kami cari durian di sini,” lanjutnya.
Bukit yang dahulu menjadi tempat pelarian seorang anak kecil yang sedang bersedih, kini berubah menjadi arena MTQH tempat firman Allah berkumandang.
Keharuan semakin memuncak ketika M. Syukur mengarahkan pandangannya ke barisan kursi undangan. Di sana duduk Haji M. Nur, paman kandungnya yang ia sebut sebagai sosok penting di balik pembangunan lapangan MTQH tersebut.
M. Syukur mengungkapkan bahwa kemegahan lapangan itu tidak lahir dari proyek pemerintah semata. Masyarakat dari tiga kecamatan membangunnya secara gotong royong dengan dukungan dan ketulusan Haji M. Nur.
“Lapangan MTQ ini dibangun oleh masyarakat sini secara gotong royong, yang disponsori oleh mamak kesayangan saya, namanya Haji M. Nur. Beliau hadir di sini karena pengen ponakannya sukses,” ujar Bupati dengan tatapan penuh hormat.
Di akhir sambutannya, M. Syukur tidak lagi membatasi dirinya sebagai seorang bupati. Dengan suara yang masih bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sungai Manau, para kepala desa, dan aparat yang telah menyumbangkan tenaga serta pikiran demi suksesnya MTQH ke-52.
Momen tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin. Bukan hanya karena kemeriahan pembukaan MTQH, tetapi juga karena kisah seorang anak kecil yang pernah menangis di kebun durian, lalu kembali ke tempat yang sama sebagai pemimpin daerah dengan hati yang tetap menghargai kenangan dan kasih sayang keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....