Warisan Raja, Tombak Belang dan Payung Sekaki Dijaga Turun-Temurun

  • 20 Jul 2026 12:43 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Desa Sanggaran Agung menyimpan jejak sejarah yang masih hidup hingga kini. Di desa adat yang berada di Kecamatan Danau Kerinci itu, masyarakat terus menjaga berbagai benda pusaka peninggalan leluhur, terutama Tombak Belang dan Payung Sekaki, dua pusaka yang menjadi simbol kebesaran budaya Kerinci.

Kedua benda pusaka tersebut kembali menjadi pusat perhatian saat pelaksanaan Kenduri Sko. Para pemangku adat menampilkan Tombak Belang dan Payung Sekaki dalam prosesi adat yang disertai ritual penyucian pusaka, sebuah tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Masyarakat meyakini Tombak Belang dan Payung Sekaki memiliki kaitan erat dengan sejarah Kerinci pada masa kerajaan. Kedua pusaka itu dipercaya menjadi simbol kebesaran seorang raja yang pernah memimpin wilayah tersebut.

Pemangku Adat Desa Sanggaran Agung, Hartanto, menjelaskan bahwa Tombak Belang dahulu menjadi perlengkapan yang dibawa oleh pegawai kerajaan. Sementara itu, Payung Sekaki yang terbuat dari bambu berfungsi sebagai payung kebesaran raja dalam berbagai kegiatan penting.

“Tombak Belang dahulu menjadi perlengkapan pegawai kerajaan, sedangkan Payung Sekaki digunakan sebagai payung kebesaran raja,” ujar Hartanto.

Selain nilai sejarahnya, Tombak Belang juga menyimpan cerita unik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut kepercayaan masyarakat, panjang tombak tersebut akan menyesuaikan dengan tinggi tubuh orang yang memegangnya.

Kepercayaan inilah yang membuat Tombak Belang semakin dihormati sebagai pusaka leluhur. Bagi masyarakat Sanggaran Agung, tombak tersebut bukan sekadar benda bersejarah, melainkan simbol spiritual dan identitas adat yang harus dijaga keberadaannya.

Tidak hanya Tombak Belang dan Payung Sekaki, masyarakat adat Desa Sanggaran Agung juga masih menyimpan sejumlah benda bersejarah lainnya, seperti Al-Qur’an kuno dan berbagai pusaka adat yang memiliki nilai sejarah serta budaya tinggi.

“Masih banyak benda pusaka yang disimpan di Sanggaran Agung dan akan kita buka,” kata Hartanto,Minggu 19 Juli 2026.

Masyarakat adat secara rutin merawat seluruh benda pusaka tersebut dan terus mengenalkan sejarahnya kepada generasi muda. Upaya itu dilakukan agar budaya dan tradisi Kerinci tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Keberadaan benda-benda pusaka itu menjadi saksi perjalanan sejarah Desa Sanggaran Agung. Lebih dari sekadar koleksi bersejarah, Tombak Belang dan Payung Sekaki memperkuat identitas budaya masyarakat Kerinci yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....