Kerinci dan Sungai Penuh Masuki Musim Kemarau, BMKG Waspadai Kekeringan

  • 01 Jul 2026 14:39 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, SungaiPenuh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci menyatakan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mulai memasuki musim kemarau. BMKG memperkirakan musim kemarau berlangsung hingga Oktober 2026.

Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan hujan masih berpotensi turun pada sore hingga malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, BMKG memprediksi cuaca kembali kering dalam sepekan ke depan.

"Memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun pada sore hingga malam hari. Namun dalam seminggu ke depan kondisi diperkirakan kembali kering," kata Kurnia.

Menurut Kurnia, angin bertiup lebih kencang selama musim kemarau. Suhu udara pada siang hari juga terasa lebih panas dan gerah. Sebaliknya, udara pada malam hingga menjelang subuh menjadi lebih dingin. Masyarakat Kerinci mengenal kondisi itu dengan istilah begiding.

Kurnia menjelaskan, fenomena El Niño lemah hingga moderat mulai mendominasi musim kemarau tahun ini. Fenomena tersebut berpotensi memicu kekeringan. Dampaknya meliputi berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya pengairan lahan pertanian, serta meningkatnya jumlah titik panas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, warga harus menghindari membuang puntung rokok sembarangan serta membakar sampah dan jerami dalam jumlah besar.

"Kami mengajak masyarakat mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api selama musim kemarau," ujar Kurnia.

BMKG juga meminta masyarakat rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....