Tekan Angka Perundungan, Dinas Pendidikan Kerinci Libatkan OSIS dan Guru BK

  • 06 Jun 2026 17:23 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID. Sungai Penuh - Meski angka kasus perundungan atau bullying di Kabupaten Kerinci menunjukkan tren penurunan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci tidak ingin lengah. Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan agar lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi antisipasi bullying yang melibatkan seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP se-Kabupaten Kerinci serta perwakilan pengurus OSIS dari berbagai sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mencegah munculnya kembali kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Dian Eka Satria, mengatakan bahwa meskipun kasus bullying mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir, langkah pencegahan tetap harus diperkuat. Menurutnya, edukasi dan pengawasan menjadi kunci utama dalam membangun budaya sekolah yang positif.

"Kita tidak boleh lengah. Meskipun kasus perundungan menurun, upaya pencegahan harus terus dilakukan agar tidak ada lagi siswa yang menjadi korban maupun pelaku bullying," ujarnya.Sabtu 6 JUni 2026

Dalam kegiatan tersebut, guru BK dan pengurus OSIS diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan apabila menemukan kasus di lingkungan sekolah.

Dian menjelaskan, pengurus OSIS memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan sekolah dalam membangun komunikasi dengan siswa. Jika terjadi tindakan perundungan, siswa maupun pengurus OSIS diharapkan segera melaporkannya kepada guru BK agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Menurutnya, tindakan bullying bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Selain itu, perundungan juga bertentangan dengan aturan hukum serta nilai-nilai moral yang harus dijunjung tinggi oleh para pelajar.

Karena itu, ia mengajak seluruh siswa di Kabupaten Kerinci untuk menjauhi segala bentuk tindakan kekerasan maupun perilaku yang melanggar hukum. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik sekolah dan keluarga melalui perilaku yang positif dan bertanggung jawab.

Melalui sosialisasi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berharap tercipta kesadaran kolektif di lingkungan sekolah untuk bersama-sama memerangi bullying. Dengan kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Kerinci dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....