Puluhan Desa di Kerinci Masih Terisolasi Jaringan Telekomunikasi

  • 31 Mei 2026 17:37 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Permasalahan wilayah tanpa jaringan komunikasi atau blank spot masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci. Hingga saat ini, sedikitnya 20 desa di daerah berjuluk Bumi Sakti Alam Kerinci itu masih belum menikmati akses jaringan telekomunikasi secara optimal.

Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kerinci, Yuldi Candra. Ia mengatakan desa-desa yang masih mengalami blank spot tersebar di sejumlah kecamatan, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau.

Beberapa desa yang masih terkendala akses jaringan di antaranya Desa Danau Tinggi dan Desa Simpang Tutup di Kecamatan Gunung Kerinci, Desa Margo di Kecamatan Gunung Raya, serta Desa Pungut Hilir di Kecamatan Air Hangat Timur.

Menurut Yuldi, kondisi geografis Kabupaten Kerinci yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan menjadi salah satu faktor utama belum meratanya jaringan komunikasi di seluruh wilayah.

“Daerah dengan kondisi geografis tertentu memang menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan jaringan komunikasi,” ujarnya, Minggu 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, keterbatasan jaringan telekomunikasi tidak hanya menghambat komunikasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada akses informasi, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan publik. Masyarakat di daerah blank spot sering mengalami kesulitan memperoleh informasi penting dari pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskominfo Kabupaten Kerinci telah mengajukan proposal kepada Kementerian Komunikasi dan Digital guna mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan.

Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Kerinci juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan operator telekomunikasi untuk mempercepat perluasan layanan jaringan di daerah terpencil.

"Kami berharap pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat di desa-desa yang masih blank spot dapat menikmati layanan komunikasi yang sama dengan wilayah lainnya," kata Yuldi.

Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait, persoalan blank spot yang selama ini menjadi kendala dapat diatasi secara bertahap. Pemerataan akses komunikasi dinilai sangat penting untuk mendorong pembangunan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....