Bupati Monadi Ungkap Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Kerinci
- 31 Mei 2026 17:36 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kabupaten Kerinci menjadi salah satu daerah yang rawan dilanda bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor saat musim hujan tiba. Tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir kerap menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Hal tersebut di sampaikan saat di temui pada pelaksanaan pasar murah di pasar Senen 25 Mei Kemarin.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kerinci. Berbagai langkah mitigasi terus dilakukan guna mengurangi dampak bencana yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Bupati Kerinci, Monadi, mengatakan terdapat beberapa kawasan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap banjir bandang maupun tanah longsor. Menurutnya, wilayah Kayu Aro dan Tanjung Pauh baru-baru ini, merupakan daerah yang paling berisiko terdampak ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama.
"Daerah-daerah tersebut memang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi bencana yang cukup besar saat musim hujan," ujar Monadi.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menyebabkan meningkatnya risiko banjir dan longsor adalah berkurangnya kawasan hutan akibat alih fungsi lahan menjadi area perkebunan dan garapan masyarakat. Kondisi tersebut membuat kemampuan tanah dan hutan dalam menyerap air hujan semakin berkurang.
Akibatnya, air hujan yang seharusnya terserap ke dalam tanah justru mengalir dengan cepat ke daerah rendah dan permukiman warga sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir serta longsor di sejumlah titik rawan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berupaya memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta mendorong upaya pelestarian kawasan hutan sebagai daerah resapan air.
Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mengurangi risiko bencana di masa mendatang serta menjaga keseimbangan alam agar tetap terpelihara.
"Dengan menjaga hutan dan lingkungan, kita tidak hanya melindungi alam, tetapi juga melindungi kehidupan masyarakat dari ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu," tutup Monadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....