Keutamaan Puasa Arafah: Amalan Istimewa Penghapus Dosa Setahun

  • 26 Mei 2026 03:31 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Setiap datangnya bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan luar biasa adalah puasa Arafah, yaitu puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Puasa ini menjadi momen istimewa bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Selain berpahala besar, puasa Arafah juga dikenal sebagai amalan penghapus dosa.

Apa Itu Puasa Arafah?

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari ketika jamaah haji sedang menjalani wukuf di Padang Arafah. Nama “Arafah” sendiri diambil dari tempat pelaksanaan wukuf tersebut. Bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki banyak keutamaan.

Keutamaan Puasa Arafah

  1. Menghapus Dosa Dua Tahun
    Keutamaan terbesar puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
    (HR. Muslim)
    Hadis ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankan puasa Arafah dengan ikhlas.
  2. Termasuk Hari Terbaik untuk Beribadah
    Hari Arafah merupakan salah satu hari paling mulia dalam Islam. Pada hari itu, Allah SWT membanggakan hamba-hamba-Nya yang beribadah dan memperbanyak ampunan.
    Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan amal saleh lainnya.
  3. Pahala yang Sangat Besar
    Puasa Arafah termasuk ibadah sunnah yang memiliki pahala besar. Bahkan banyak ulama menyebut hari Arafah sebagai momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum datangnya Iduladha.
    Selain menahan lapar dan haus, puasa ini juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan ketakwaan.
  4. Menjadi Bentuk Syukur kepada Allah
    Melaksanakan puasa Arafah juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat kehidupan dan kesempatan bertemu bulan Dzulhijjah. Dengan berpuasa, seorang Muslim belajar mengendalikan hawa nafsu dan memperbanyak introspeksi diri.

Niat Puasa Arafah

Berikut niat puasa Arafah:

“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya:

“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Niat dapat dibaca pada malam hari atau sebelum terbit fajar.

Waktu Pelaksanaan

Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Umat Islam dianjurkan memastikan penetapan tanggal melalui keputusan pemerintah atau hasil sidang isbat agar pelaksanaannya sesuai.

Puasa Arafah merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Selain menjadi penghapus dosa dua tahun, puasa ini juga menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, puasa Arafah menjadi pengingat bahwa ada banyak pintu ampunan yang Allah buka bagi hamba-Nya. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan penuh berkah ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....