Listrik Surplus, Kerinci Tetap Alami Pemadaman Bergilir
- 24 Mei 2026 18:35 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Meski Pembangkit Listrik Tenaga Air milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) telah beroperasi penuh dan menghasilkan listrik hingga ratusan megawatt, masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih mengalami pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga terkait penyebab pemadaman yang masih terjadi, padahal pasokan listrik dari PLTA Kerinci disebut sangat mencukupi bahkan surplus untuk wilayah Jambi.
Menanggapi hal itu, Manager PLTA PT KMH, Aslori, menjelaskan bahwa seluruh turbin PLTA Kerinci telah aktif beroperasi sejak 15 November 2025 dan menyuplai listrik sesuai kebutuhan PLN.
Menurutnya, satu turbin mampu menghasilkan daya sebesar 87,5 megawatt. Dengan empat turbin yang kini aktif, total produksi listrik mencapai sekitar 350 megawatt.
“Pada siang hari biasanya suplai sekitar 100 MW. Sedangkan saat beban puncak mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari, suplai bisa mencapai 350 MW,” ujar Aslori, Minggu 24 Mei 2026.
Ia mengatakan, listrik dari PLTA Kerinci disalurkan melalui jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk dan terhubung dengan sistem kelistrikan Sumatra.
Aslori menegaskan, kebutuhan listrik untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh sebenarnya sangat mencukupi. Bahkan, kapasitas listrik yang tersedia disebut masih surplus untuk skala Provinsi Jambi.
“Untuk kebutuhan Kerinci dan Sungai Penuh sangat berlebih. Bahkan untuk Provinsi Jambi juga masih surplus,” katanya.
Namun demikian, terkait pemadaman bergilir yang terjadi belakangan ini, Aslori menegaskan kewenangan distribusi listrik ke masyarakat berada di pihak PLN.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa PLTA KMH terhubung langsung ke jaringan SUTT 150 KV yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sumatra.
Akibatnya, ketika terjadi gangguan besar pada jaringan listrik Sumatra pada 22 Mei 2026 lalu, suplai listrik dari PLTA Kerinci digunakan untuk membantu pemulihan pasokan listrik di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatra.
“Hampir seluruh Pulau Sumatra mengalami padam, kecuali Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” jelas Eko.
Ia mengatakan, PLN saat ini masih melakukan pengaturan beban listrik secara bertahap agar proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatra dapat berjalan stabil.
Karena itu, wilayah Kerinci dan Sungai Penuh juga ikut menjalani pemadaman bergilir sebagai bagian dari upaya normalisasi sistem listrik Sumatra secara menyeluruh.
PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan dan berharap kondisi kelistrikan segera kembali normal tanpa adanya pemadaman bergilir.
“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar sistem kelistrikan segera normal kembali,” tutup Eko Pitono.
Penjelasan tersebut sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait alasan pemadaman bergilir yang masih terjadi meskipun PLTA Kerinci telah beroperasi maksimal dengan kapasitas besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....