Warga SAD Datangi Kantor Bupati Merangin, Usulkan Bantuan Modal Usaha

  • 22 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Suasana Kantor Bupati Merangin pada Kamis 21 Mei 2026,tampak berbeda dari biasanya. Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari tiga kelompok tumenggung datang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berharap mendapat dukungan bantuan usaha dari pemerintah daerah.

Rombongan warga dipimpin oleh Tumenggung Jang, Tumenggung Ngapas, dan Tumenggung Stampung yang berasal dari Desa Mentawak dan Desa Sungai Ulak. Mereka datang bersama puluhan warga lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, dengan harapan memperoleh program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kedatangan warga SAD dipicu oleh kabar keberhasilan kelompok Tumenggung Jhon di Desa Tambang Baru, kawasan objek wisata Dam Betuk, yang sebelumnya menerima bantuan usaha Keramba Jaring Apung (KJA) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dengan nilai total mencapai Rp1,4 miliar.

Namun, informasi yang berkembang di tengah masyarakat SAD sempat menimbulkan kesalahpahaman. Sebagian warga mengira bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, sehingga muncul keinginan kelompok lain untuk mendapatkan bantuan serupa.

Kedatangan warga SAD disambut langsung oleh Asisten I Setda Merangin, Sukoso, bersama jajaran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P2A) Merangin. Dalam pertemuan tersebut, Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinsos P2A Merangin, Azrul Affandi, memberikan penjelasan langsung kepada warga terkait program bantuan tersebut.

“Kami jelaskan bahwa bantuan dari Kementerian Sosial itu bukan berupa uang tunai, melainkan sarana usaha berbentuk keramba ikan beserta fasilitas pendukungnya dengan total nilai Rp1,4 miliar,” terang Azrul kepada awak media.

Menurut Azrul, program bantuan budidaya ikan sebenarnya telah ditawarkan kepada sejumlah kelompok SAD lainnya. Namun beberapa kelompok mengaku belum siap menjalankan usaha keramba karena keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan dan perawatan.

“Ada kelompok yang merasa belum sanggup mengurus keramba dan memberi makan ikan. Mereka kemudian meminta agar diusulkan program lain yang lebih sesuai dengan kondisi mereka,” jelasnya.

Dalam dialog tersebut, para tumenggung menyampaikan keinginan agar pemerintah dapat membantu program usaha alternatif, khususnya di sektor perkebunan yang dinilai lebih mudah dijalankan oleh kelompok mereka.

Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Dinsos meminta perwakilan warga untuk menyiapkan usulan resmi yang nantinya akan dibahas bersama pemerintah daerah.

“Kami minta mereka membawa usulan yang jelas mengenai program yang diinginkan agar bisa dibicarakan lebih lanjut bersama pemerintah daerah,” kata Azrul.

Ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait bentuk bantuan yang akan diberikan sepenuhnya menjadi kewenangan kepala daerah. Sementara pihak dinas bertugas sebagai fasilitator dan pendamping program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah pusat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan. Pemerintah Kabupaten Merangin berharap komunikasi yang baik dengan masyarakat SAD dapat melahirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....