Tak Berani Naikkan Harga, Pengrajin Kerupuk Jangek Pilih Kurangi Isi Kemasan

  • 17 Mei 2026 12:10 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID. Sungai Penuh - Kenaikan harga plastik kemasan mulai dirasakan para pelaku usaha kecil di Kabupaten Kerinci. Salah satunya pengrajin kerupuk kulit yang kini harus menanggung biaya produksi lebih tinggi akibat mahalnya harga bahan kemasan.

Syafrinil, pengrajin kerupuk jangek asal Desa Dusun Dalam, Kecamatan Siulak, mengaku lonjakan harga plastik sangat berdampak terhadap usaha yang dijalankannya selama ini.

Menurutnya, harga plastik pembungkus kerupuk kulit yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, kini naik tajam hingga mencapai Rp60 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin membengkak, sementara harga jual kerupuk di pasaran tidak bisa dinaikkan.

“Kalau harga jual dinaikkan, takut pembeli berkurang. Jadi kami terpaksa menyiasati dengan mengurangi isi dalam kemasan,” ujarnya.Minggu 17 Mei 2026

Ia menjelaskan, sebelumnya kemasan kerupuk seharga Rp1.000 berisi enam biji kerupuk. Namun kini jumlahnya dikurangi menjadi lima biji agar usaha tetap berjalan dan tidak mengalami kerugian lebih besar.

Selain harga plastik, biaya distribusi yang ikut meningkat juga menjadi beban tambahan bagi para pengrajin kerupuk jangek di daerah tersebut.

Syafrinil berharap harga plastik kemasan dan ongkos distribusi dapat kembali stabil sehingga usaha kerupuk jangek khas Kerinci tetap bertahan dan mampu bersaing di pasaran.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....