Film Pesta Babi yang viral tentang Tanah Papua, Ini 5 Faktanya
- 16 Mei 2026 10:40 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Belakangan ini film Pesta Babi mencuri perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bukan tanpa alasan, fakta film Pesta Babi sendiri banyak mengangkat isu yang cukup sensitif mengenai tanah adat di Papua Selatan.
Bahkan, pemutarannya di beberapa daerah sempat menuai kontroversi hingga dibubarkan. Buat kamu yang penasaran kenapa film ini bisa viral, yuk, simak fakta film Pesta Babi berikut!
1. Disutradarai Dandhy Laksono
Salah satu fakta film Pesta Babi yang paling menarik perhatian adalah keterlibatan Dandhy Dwi Laksono sebagai sutradara. Nama Dandhy sendiri sudah cukup dikenal lewat berbagai film dokumenter yang sering mengangkat isu sosial, lingkungan, hingga politik di Indonesia.
Beberapa film Dandhy di antaranya Dirty Vote (2024), Sexy Killers (2019), Plastic Island (2021), sampai Samin vs Semen (2015). Pada film ini, Dandhy bersama Cypri Dale dan deretan tim dokumenter lainnya berusaha mengangkat perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah serta hutan mereka di tengah ekspansi industri saat ini.
2. Makna simbolis dari judulnya
Meski terdengar cukup unik dan kontroversial, judul Pesta Babi memiliki makna simbolis tersendiri, lho! Dilansir Stichting Papua Erfgoed, babi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Papua.
Bagi masyarakat adat Papua, babi bukan sekadar hewan ternak, tetapi juga simbol status sosial, kekayaan, hubungan sosial, hingga bagian penting dalam berbagai upacara adat. Bahkan, pesta babi sering dianggap sebagai momen penting yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan tradisi budaya yang sudah diwariskan turun-temurun.
3. Bekerja sama dengan banyak organisasi
Film Pesta Babi juga diketahui melibatkan kerja sama dengan berbagai organisasi dan komunitas. Mulai dari Greenpeace Indonesia, WatchDoc, hingga LBH Papua Merauke, turut terlibat dalam produksi film ini.
Kolaborasi tersebut membuat isi film terasa lebih komprehensif dari sisi data, riset, dan sudut pandang masyarakat adat setempat. Gak heran kalau film ini akhirnya jadi pembicaraan serius di kalangan warganet.
4. Mengangkat konflik tanah adat di Papua Selatan
Selain sutradaranya yang cukup terkenal lewat berbagai film dokumenter, topik film ini pun gak luput dari pembicaraan warganet. Pesta Babi menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua Selatan yang berusaha mempertahankan tanah dan hutan mereka dari ekspansi industri di tanah Papua.
Lewat dokumenter ini, penonton diajak melihat bagaimana perubahan lingkungan di Papua akibat pembangunan berskala besar. Mulai dari dampak deforestasi, pembukaan lahan, hingga pada kehidupan masyarakat lokal.
5. Pemutarannya sempat dibubarkan di beberapa daerah
Fakta film Pesta Babi lainnya yaitu pembubaran acara nobar dan diskusi film di beberapa daerah, seperti di Universitas Mataram, Universitas Pendidikan Mandalika, hingga di Ternate dan Yogyakarta. Gak lama setelah berita pembubaran ini muncul, film Pesta Babi justru semakin viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Situasi tersebut membuat rasa penasaran publik semakin meningkat terhadap film dokumenter ini. Banyak warganet mulai mencari tahu isi filmnya dan mempertanyakan alasan dokumenter tersebut mendapat penolakan di beberapa tempat tersebut.
Deretan fakta film Pesta Babi di atas menunjukkan bahwa film dokumenter ini gak cuma tontonan biasa, melainkan cuplikan isu sosial di Papua Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....