IAIN Kerinci Dorong Pelestarian Lingkungan lewat Dokumentasi Kearifan Lokal
- 12 Mei 2026 23:24 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menggelar Seminar Diseminasi SACRED Ecological Project 2026 di Aula Pertemuan SBSN Lantai 3, Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian hasil dokumentasi pengetahuan tradisional masyarakat terkait ekologi dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
Seminar yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad, Bupati Kerinci Monadi, perwakilan Wahid Foundation Libasut Taqwa, serta Project Leader SACRED Ecological Project 2026, Luqyana Azmiya Putri. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga sosial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Jafar Ahmad menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengembangkan pengetahuan tradisional masyarakat yang hidup di tengah komunitas lokal. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal tidak boleh tergerus oleh modernisasi, melainkan perlu didokumentasikan dan dikembangkan melalui kajian akademik.
“IAIN Kerinci siap mendukung pelestarian pengetahuan tradisional melalui riset, pengabdian masyarakat, dan kerja sama lintas lembaga agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Monadi menilai masyarakat Kerinci memiliki hubungan erat dengan alam yang tercermin dalam berbagai tradisi dan pola hidup sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan fondasi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga perlu terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
“Pengetahuan tradisional masyarakat merupakan warisan yang sangat berharga dan harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus upaya menjaga lingkungan,” kata Monadi.
Dari sisi lembaga mitra, perwakilan Wahid Foundation, Libasut Taqwa, menjelaskan bahwa SACRED Ecological Project 2026 berfokus pada pendokumentasian pengetahuan lokal mengenai hubungan manusia dan alam. Program ini didukung oleh Wahid Foundation dan Temasek Foundation sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya dan lingkungan hidup.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan budaya dan tradisi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Project Leader SACRED Ecological Project 2026, Luqyana Azmiya Putri, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang diseminasi hasil kerja lapangan yang telah dilakukan bersama masyarakat. Ia berharap hasil proyek tersebut dapat menjadi referensi akademik sekaligus memperkuat upaya pelestarian ekologi berbasis kearifan lokal.
“Kami berharap proyek ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme peserta. Seminar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pelestarian tradisi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....