LPM IAIN Kerinci Jadi Mentor Nasional, Perkuat Mutu PTKIN se-Indonesia
- 28 Apr 2026 23:20 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID.Sungai Penuh - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Kerinci kembali menegaskan kiprahnya di tingkat nasional dengan dipercaya sebagai mentor dalam Temu Nasional LPM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang digelar di UIN Imam Bonjol Padang, Senin 27 April 2026.
Kegiatan bertema “Sinkronisasi dan Penyusunan Dokumen SPMI berdasarkan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan PTKIN se-Indonesia. Selain sebagai ajang konsolidasi, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik terbaik antarperguruan tinggi.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan mutu pendidikan tinggi membutuhkan komitmen bersama dan langkah konkret.
“Ada tiga gerakan besar dalam penguatan penjaminan mutu PTKIN, yakni penguatan standar nasional pendidikan tinggi, pembangunan budaya mutu berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi antar-PTKIN,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Presidium LPM PTKIN, Prof. Dr. Budiyono Saputra, M.Pd, mengajak seluruh peserta untuk menyatukan visi dalam penyusunan dokumen SPMI yang selaras dengan regulasi terbaru.
“Kita perlu bersama-sama menyusun dokumen SPMI berdasarkan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, dan kami siap mendampingi hingga dokumen ini dapat diterapkan di kampus masing-masing,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, LPM IAIN Kerinci mendapat kepercayaan sebagai salah satu mentor strategis dalam pendampingan penyusunan dokumen SPMI bagi PTKIN di seluruh Indonesia. Peran ini semakin menegaskan posisi IAIN Kerinci sebagai rujukan nasional dalam implementasi sistem penjaminan mutu internal.
Ketua LPM IAIN Kerinci, Dr. M. Nurzein, M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi.
“Kami tidak hanya berupaya memenuhi standar, tetapi juga membangun sistem mutu yang aplikatif dan berkelanjutan. Melalui forum ini, kami berbagi strategi agar dokumen SPMI tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga mudah diimplementasikan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga penjaminan mutu sebagai kunci dalam memperkuat sistem mutu secara nasional.
Forum yang diinisiasi oleh PILJAMU ini diikuti oleh 184 peserta dari berbagai PTKIN di Indonesia. Kegiatan dirancang dalam bentuk diskusi intensif dan pelatihan teknis guna meningkatkan kapasitas peserta dalam menyusun dokumen SPMI yang sesuai dengan regulasi terbaru.
Kehadiran LPM IAIN Kerinci sebagai mentor menjadi bukti nyata kontribusi aktif kampus dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Dengan pengalaman yang dimiliki, LPM IAIN Kerinci diharapkan terus menjadi motor penggerak dalam implementasi sistem penjaminan mutu yang efektif.
Kegiatan ditutup dengan penampilan tari piring khas Minangkabau yang menambah kehangatan suasana sekaligus menjadi simbol harmonisasi budaya dan akademik dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....