Perum Bulog Mulai Serap Hasil Produksi Jagung di Merangin

  • 26 Apr 2026 23:31 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Program Gerakan Tanam Jagung Serentak di Kabupaten Merangin mulai menunjukkan hasil nyata. Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kini resmi mulai memasarkan hasil panen jagung ke Perum Bulog Merangin, menandai langkah awal penguatan ketahanan pangan daerah.

Bupati Merangin H. M. Syukur mengungkapkan, pada tahap awal ini telah terjual sebanyak 5,6 ton jagung pipilan. Dari jumlah tersebut, 3,6 ton diserap oleh Bulog, sementara 2 ton lainnya dipasarkan kepada masyarakat.

“Jadi 5,6 ton jagung ini baru sebagian hasil panen di Balai Benih Unggul (BBU) Margoyoso,” ujar Bupati usai kegiatan Subuh Keliling (Subling) di Masjid Baiturrohim, Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Jumat 24 April 2026

Ia menjelaskan, hasil tersebut berasal dari sekitar 4 hektare lahan dari total 27 hektare yang ada di BBU Margoyoso. Artinya, masih ada potensi panen yang jauh lebih besar ke depan.

“Ini belum termasuk dari BBU Sungai Manau. Untuk BBU Lembah Masurai dan BBU Jangkat juga segera digarap, sehingga produksi jagung Merangin akan semakin melimpah,” tambahnya optimistis.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Merangin Mujiburrahman menyebutkan bahwa panen perdana tersebut berasal dari lahan eks kebun sawit dan karet di BBU Margoyoso. Kondisi tanah yang masih keras dan belum sepenuhnya subur menjadi tantangan utama dalam tahap awal produksi.

“Kalau diprosentase dari luas lahan, hasilnya masih tergolong belum maksimal karena kondisi tanah yang masih berat serta drainase yang belum optimal. Bahkan lahan ini juga pernah terdampak banjir,” jelasnya.Minggu 26 April 2026

Ia menambahkan, penanaman jagung dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus pada seluruh lahan 27 hektare. Saat ini pihaknya juga tengah melakukan proses pengeringan agar kadar air jagung sesuai standar Bulog, yakni di bawah 14 persen.

“Kita gunakan bibit unggul Bisi Dua untuk meningkatkan kualitas hasil,” ujarnya.

Untuk harga jual, jagung hasil panen Merangin dibeli Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram. Menurutnya, harga ini cukup memberikan kepastian pasar bagi petani dan program ketahanan pangan daerah.

Dengan mulai terserapnya hasil panen oleh Bulog, program jagung di Merangin diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai lumbung pangan di Provinsi Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....