Arti Warna Kucing Peliharaan, Mitos atau Fakta?

  • 21 Apr 2026 11:28 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Warna bulu pada kucing peliharaan kerap dianggap bukan sekadar penampilan. Di tengah masyarakat, warna kucing sering dikaitkan dengan kepribadian hingga keberuntungan, meski belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah.

Sejumlah pecinta kucing meyakini bahwa tiap warna memiliki karakter tersendiri. Misalnya, kucing hitam yang kerap diasosiasikan dengan hal mistis di budaya Barat, justru dianggap membawa keberuntungan di beberapa negara lain. Selain itu, kucing hitam sering dinilai lebih tenang dan setia kepada pemiliknya.

Sementara itu, kucing putih identik dengan kesan bersih dan anggun. Banyak yang percaya bahwa kucing dengan warna ini membawa energi positif di dalam rumah. Namun, sebagian kucing putih diketahui memiliki sensitivitas lebih tinggi, terutama pada kesehatan pendengaran.

Berbeda lagi dengan kucing oren atau ginger yang dikenal aktif dan mudah bergaul. Warna ini sering menjadi favorit keluarga karena sifatnya yang ceria dan bersahabat, bahkan dengan orang yang baru dikenal.

Adapun kucing abu-abu cenderung diasosiasikan dengan karakter yang tenang dan stabil. Kucing jenis ini dinilai cocok bagi pemilik yang menginginkan suasana rumah yang lebih santai.

Kucing dengan perpaduan warna seperti calico juga tak kalah menarik perhatian. Kombinasi warna putih, hitam, dan oren membuatnya terlihat unik. Selain itu, kucing calico dikenal memiliki sifat yang tidak mudah ditebak, dan mayoritas berjenis kelamin betina.

Tak ketinggalan, kucing tuxedo yang memiliki pola hitam-putih menyerupai jas formal juga sering dianggap cerdas dan percaya diri. Kucing ini dikenal aktif serta senang bermain.

Meski demikian, para pecinta hewan mengingatkan bahwa warna bulu bukan penentu utama kepribadian kucing. Faktor lingkungan, pola asuh, serta pengalaman hidup dinilai lebih berpengaruh terhadap perilaku hewan peliharaan tersebut.

Dengan demikian, anggapan tentang arti warna kucing lebih tepat dipandang sebagai persepsi atau mitos yang berkembang di masyarakat. Pada akhirnya, setiap kucing tetap memiliki karakter unik, terlepas dari warna bulunya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....